Videotron AAS Mulai Bersinar, Pemkab Tegal Siapkan Pengelolaan Lebih Profesional
KUNJUNGAN STUDI - Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto, saat menerima kunjungan studi referensi dari Pemkab Grobogan di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, Kamis (5/3/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Penataan kawasan Alun-alun Hanggawana Slawi (AAS) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai upaya mempercantik wajah ibu kota kabupaten. Salah satu fasilitas yang kini mulai hadir adalah pemasangan videotron yang diharapkan menjadi media informasi publik sekaligus memperkuat citra kawasan perkotaan yang lebih modern.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto, menjelaskan bahwa pemasangan videotron tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan alun-alun yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Pengadaan perangkat ini didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar.
“Penataan AAS memang kita lakukan bertahap. Salah satunya dengan menghadirkan videotron agar informasi publik bisa tersampaikan lebih menarik dan mudah dilihat masyarakat,” kata Joko, saat menerima kunjungan studi referensi dari Pemerintah Kabupaten Grobogan di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, Kamis (5/3/2026).
Menurut Joko, dalam proses pengadaan videotron, Pemkab Tegal berupaya menjaga transparansi. Salah satunya dengan mendorong adanya beberapa vendor yang terlibat dalam proses penawaran.
“Terkait teknis penawaran, kami menyarankan minimal ada tiga vendor. Hal ini penting untuk menjaga transparansi, apalagi nanti ketika proses audit dilakukan,” sarannya.
Dia mengungkapkan, pengerjaan videotron sebelumnya ditangani oleh Bagian Perekonomian karena menggunakan dana CSR. Sementara untuk tahap berikutnya, pengelolaan konten serta jaringan internet akan diserahkan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Kunjungan dari Pemkab Grobogan sendiri dilakukan untuk mempelajari pengalaman Pemkab Tegal dalam proses pengadaan hingga pengelolaan videotron sebagai media informasi publik.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tegal, Wenda Akhmadi, mengatakan bahwa pengadaan videotron membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Kami melakukan negosiasi harga berdasarkan RAB yang disusun oleh Dinas PUPR agar spesifikasinya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan, bukan sekadar mengambil paket sederhana dari penyedia,” ujarnya.
Selain itu, penentuan lokasi juga menjadi faktor penting sejak awal perencanaan. Hal ini untuk memastikan efisiensi dalam penarikan kabel serta penyediaan gardu listrik.
“Penentuan titik pemasangan sangat berpengaruh. Kalau sejak awal sudah tepat, maka penarikan kabel dan kebutuhan listrik bisa lebih efisien,” paparnya.
Wenda menjelaskan, dalam proses administrasi CSR, Pemkab Tegal terlebih dahulu menyiapkan berbagai tahapan teknis. Mulai dari survei lokasi, penyusunan desain hingga negosiasi dengan penyedia.
“Dengan begitu, saat kami mengajukan surat permohonan kepada pihak CSR, rincian anggaran dan spesifikasi sudah jelas. Jadi tidak lagi bersifat umum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tegal, Nurhayati, menjelaskan bahwa operasional videotron sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung, terutama jaringan internet dan pasokan listrik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
