Gongsol Pasar Trayeman Tegal Roboh, Tak Ada Korban, Perbaikan Segera Dikebut
WAWANCARA - Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto saat diwawancara Radar Tegal, baru-baru ini.--
SLAWI, diswayjateng.com – Bagian gongsol atau kanopi atap di Pasar Trayeman, Kabupaten Tegal, roboh pada Selasa (24/2/2026) sore. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut karena kondisi pasar sudah sepi saat kejadian berlangsung.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, menegaskan bahwa yang roboh bukan atap utama bangunan pasar.
“Yang roboh hanya bagian gongsol atap, jadi bukan atap bangunan utama. Seperti tritisan saja yang ambruk. Di bawahnya juga tidak ada pedagang yang berjualan, sehingga tidak ada korban,” kata Rudi, Kamis (26/2/2026).
Ia menerangkan, lokasi gongsol yang roboh berada di blok belakang dan tidak menjadi akses utama aktivitas jual beli. Peristiwa itu baru diidentifikasi secara detail pada Rabu (25/2/2026) pagi.
Kebetulan, saat itu Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama jajaran Forkopimda tengah memantau stok dan harga sembako di pasar tersebut. Sekalian, bupati mengecek langsung kondisi bangunan yang roboh.
“Perintah Pak Bupati agar area yang roboh segera dibersihkan. Ke depan tentu akan segera diperbaiki,” ujar Rudi.
Menurutnya, struktur yang roboh berada di bawah atap utama kios. Di atas gongsol itu masih terdapat atap utama yang kondisinya relatif aman. Hanya saja, talang air mengalami kebocoran sehingga perlu segera diperbaiki agar tidak memperparah kerusakan.
“Kalau hujan sebenarnya aman, hanya talangnya yang bocor. Itu yang akan kami benahi lebih dulu,” ucapnya.
Pasar yang dibangun sekitar tahun 1990-an oleh Karsa Bayu itu kini telah berusia lebih dari 30 tahun. Selama kurun waktu tersebut, perbaikan besar pada bagian atap utama belum pernah dilakukan.
“Wajar jika sudah mulai rapuh. Selama ini perbaikan lebih banyak di drainase, lantai pasar, dan talang. Atap utamanya memang belum tersentuh,” imbuhnya.
Meski tak menimbulkan korban, kabar robohnya bagian atap sempat membuat pedagang dan pengunjung khawatir. Tuti (43), salah satu pengunjung, mengaku terkejut saat mendengar informasi tersebut.
“Untungnya pas kejadian sudah sore dan pasar sepi. Tapi tetap saja bikin waswas. Harapannya segera diperbaiki supaya kami belanja juga lebih tenang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Agung (38), pengunjung asal Slawi. Ia berharap pemerintah tak hanya memperbaiki bagian yang roboh, tetapi juga melakukan pengecekan menyeluruh.
“Namanya bangunan sudah tua, ya harus dicek semua. Jangan sampai nunggu roboh dulu baru diperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
