Es Teh Jumbo dan Seblak Ternyata Tak Ramah untuk Pertumbuhan Remaja Putri, DPC Persagi Batang Ingatkan Ini

Es Teh Jumbo dan Seblak Ternyata Tak Ramah untuk Pertumbuhan Remaja Putri, DPC Persagi Batang Ingatkan Ini

Ketua DPC Persagi Batang Inayati-ist-

BATANG, diswayjateng.com - Es teh jumbo yang saat ini marak di pinggir jalan saat ini jadi primadona pelajar karena murah dan manis. Namun di balik itu, DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Batang justru menyalakan lampu kuning, khususnya bagi remaja putri yang sedang berada pada fase pertumbuhan krusial.

Peringatan soal es teh jumbo disampaikan Ketua DPC Persagi Batang, Inayati, saat sosialisasi edukasi gizi di SMP Negeri 4 Batang.

Menurut Inayati, tren konsumsi es teh jumbo yang berlebihan bukan sekadar persoalan gula, melainkan menyangkut gangguan serius pada penyerapan zat gizi penting dalam tubuh.

Ia menegaskan bahwa remaja putri menjadi kelompok paling rentan karena sebagian besar siswi SMP sudah mulai mengalami menstruasi.

BACA JUGA: Banjir Griya Nagita Batang Tembus 2,5 Meter, Warga Rumah Subsidi Terancam Pindah

BACA JUGA: Unik, Guru SMK Batik Miftahul Ulum Batang Ajarkan Bahasa Inggris di Gazebo

“Kalau sesuai ilmu yang kami peroleh, es teh itu untuk siswa-siswi, terutama siswi remaja putri, itu kurang bagus, karena anak-anak SMP biasanya sudah mulai menstruasi,” ujar Inayati, Kamis 22 Januari 2026.

Saat menstruasi, tubuh kehilangan darah dalam jumlah tertentu sehingga membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk menjaga kadar hemoglobin tetap normal.

Masalahnya, kandungan tanin dalam teh justru menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

“Minuman teh itu salah satu penghambat penyerapan zat besi, jadi kalau diminum berlebihan tidak akan meningkatkan HB, bahkan bisa memperparah anemia,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kebiasaan minum es teh jumbo setelah makan atau saat jam sekolah bisa berdampak jangka panjang jika dilakukan terus-menerus.

BACA JUGA: Realisasi Investasi Kabupaten Batang 2025 Tembus Rp7 Triliun Didorong 688 Usaha Besar

BACA JUGA: Parkir Kapal Turut Picu Banjir, DKP Batang Dorong Kolam Tambat Labuh 1 Hektare

Sebagai solusi sederhana, Inayati menyarankan siswa membiasakan diri minum air putih atau minuman kaya vitamin C.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: