Konflik Keraton Dinilai Cederai Marwah Budaya, KGPH Puger Ingatkan Pentingnya Musyawarah

Konflik Keraton Dinilai Cederai Marwah Budaya, KGPH Puger Ingatkan Pentingnya Musyawarah

Putra Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XII, KGPH Puger.-Istimewa-

SOLO, diswayjateng.id -- Ketegangan akibat konflik internal di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dinilai berisiko menggerus marwah keraton sebagai simbol budaya dan sejarah Jawa yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat.

 

Putra Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XII, KGPH Puger menegaskan, konflik terbuka yang berulang justru akan merugikan keraton secara kelembagaan, bukan hanya keluarga besar Kasunanan.

 

“Keraton itu pusat budaya, bukan ruang pertikaian. Kalau konflik terus dipertontonkan ke publik, yang rusak bukan hanya hubungan internal, tapi juga wibawa keraton di mata masyarakat,” ujar KGPH Puger, Senin 19 Januari 2026.

 

Ia menilai perbedaan pandangan di lingkungan keraton adalah hal yang wajar. Namun, seluruh persoalan seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, dengan menjunjung tinggi tata krama, unggah-ungguh, dan nilai adat yang menjadi fondasi Keraton Surakarta.

 

KGPH Puger menyayangkan apabila konflik internal justru diselesaikan dengan cara-cara yang memicu kegaduhan publik. 

 

Menurutnya, keraton telah memiliki pakem dan mekanisme penyelesaian masalah yang seharusnya dihormati oleh seluruh elemen.

 

“Jangan sampai emosi dan kepentingan pribadi mengalahkan nilai budaya. Keraton punya aturan adat, itu yang seharusnya dijadikan pegangan,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait