Pesawat Cesna Tebar Garam Satu Ton, Modifikasi Cuaca Percepat Pemulihan Bencana di Muria Raya
Operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan pesawat Cessna yang lepas landas dari Bandara Ahmad Yani Semarang. --
JEPARA, diswayjateng.com- Pemulihan pascabencana longsor parah di Desa Tempur Kecamatan Keling JEPARA, masih terkendala intensitas hujan lebat dan cuaca ekstrem yang masih melanda di wilayah Pegunungan Muria.
Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Kamis (15/1/2026) hingga Sabtu (17/1/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, berdasarkan pemantauan Windy.com, arah angin dari barat ke timur membawa awan hujan menuju wilayah Jepara sehingga curah hujan masih cukup tinggi.
"Kami sudah mengajukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) ke BNPB dan sudah ditindak lanjuti," kata Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto. 
Operasi modifikasi cuaca dilakukan dalam penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Muria Raya. --
Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilakukan selama lima hari, 15–19 Januari 2026. Operasi ini sebagai bagian dari penanganan darurat bencana hidrometeorologi.
"Mulai Kamis dilakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) sampai dengan 5 hari ke depan," ujar Kepala BPBD Jateng, Bergas Penanggungan saat mendampingi kunjungan Kepala BPKB Suharyanto meninjau Desa Tempur JEPARA.
Dari data BPBD Jawa Tengah, operasi dilakukan menggunakan pesawat Cessna yang lepas landas dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Misi penerbangan ini bertujuan mengurangi dan memindahkan curah hujan ekstrem di wilayah Jawa Tengah.
Pesawat bernomor registrasi PK-SNP mengudara pada pukul 06.16 WIB dipimpin Kapten Imam.
Selama sekitar dua jam, pesawat beroperasi di perairan utara Semarang pada jarak 20 hingga 60 mil laut dari daratan dengan ketinggian 10 ribu hingga 12 ribu kaki.
Sebanyak satu ton garam (NaCl) disemai ke dalam awan. Penyemaian ditargetkan di atas laut, agar hujan turun di perairan sebelum awan bergerak ke daratan.
"Dengan demikian, dapat mengurangi potensi hujan lebat dan banjir di Semarang dan sekitarnya, " ucap Bergas.
Pesawat kembali mendarat dengan selamat di Bandara Semarang sekitar pukul 08.16 WIB. .Operasi modifikasi cuaca pada Kamis dilakukan lima kali dalam satu hari.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana. Selain itu, menekan risiko banjir dan longsor susulan di Jepara maupun wilayah Jawa Tengah lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: