Tujuh Kecamatan di Kudus Dilanda Bencana, Tujuh Lokasi Pengungsian Didirikan

Tujuh Kecamatan di Kudus Dilanda Bencana, Tujuh Lokasi Pengungsian Didirikan

Jumlah pengungsi akibat banjir di Kudus terus bertambah akibat intensitas hujan lebat. --

KUDUS, diswayjateng.com- Pemkab Kudus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam penanganan bencana di kabupaten setempat. Langkah cepat ini untuk merespon bencana yang makin meluas di Kudus.

"Kami hadir untuk mengecek kesiapan penanganan bencana, baik logistik, dapur umum, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pengungsi lainnya. Alhamdulillah teman-teman sudah bergerak cepat," ujar Bupati Kudus Samani Intakoris.

Bupati Sam'ani mengaku, jumlah pengungsi akibat bencana banjir di Kudus terus bertambah. Kondisi ini akibat intensitas hujan lebat yang masih mengguyur sejak 5 hari lalu.

Seperti kondisi banjir yang terjadi di Desa Jetis Kapuan Kecamatan Jati. Warga desa setempat mulai dievakuasi, karena ketinggian genangan banjir semakin meningkat.

"Ketinggian genangan banjir di Desa Jetis Kapuan berkisar antara 40-50 sentimeter (cm), sehingga warga akhirnya dievakuasi ke tempat pengungsian," ungkap Samani saat memantau di lokasi pengungsian.

Warga terdampak banjir di Desa Jetis Kapuan, selanjutnya dievakuasi dan ditempatkan di lokasi pengungsian di Gedung Muslimat NU Loram Kulon di Kudus sejak Rabu (14/1/2026).

Menurut Samani, jumlah pengungsi sdari Desa Jetis Kapuan mencapai 143 jiwa yang dievakuasi sejak Rabu (14/1/2026). Dengan penambahan itu, total pengungsi banjir di Kudus sementara ini mencapai 596 jiwa.

Bertambahnya jumlah pengungsi korban banjir, memaksa Pemkab Kudus menambah keberadaan posko pengungsian.

Lokasi pengungsian yang awalnya didirikan di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus serta beberapa tempat, jumlahnya kini bertambah menjadi tujuh tempat.

Hingga Kamis (15/1/2026), lokasi pengungsian tersebut tersebar di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus.

Selanjutnya di TK Pertiwi dan GOR Desa Kesambi, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus. 
Pemkab Kudus mendirikan tujuh lokasi pengungsian menampung warga terdampak bencana--

Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, Tak hanya itu, Pemkab Kudus bersama relawan juga mendirikan dapur umum di beberapa lokasi.

Lokasi dapur umum berada di MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor.

Kemudian Kantor PMI Kudus, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Mejobo, Balai Desa Payaman, Gedung Muslimat NU Loram Kulon dan Gedung DPRD Kudus.

Sam'ani menegaskan kesiapan semua unsur dalam penanganan bencana di Kudus. Melibatkan BPBD, Dinas Sosial P3P2KB, pihak kecamatan, pemerintah desa dan relawan.

Tak luput dari perhatian, Pemkab Kudus juga fokus terkait kebutuhan psikologis pengungsi, khususnya anak-anak. Berbagai upaya trauma healing disiapkan berupa penyediaan mainan, televisi untuk hiburan serta layanan kesehatan.

Samani menyebut, bencana banjir di Kudus saat ini terjadi di puluhan desa di tujuh kecamatan. Sedangkan jumlah warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor diperkirakan mencapai belasan ribu jiwa.

Samani menegaskan, status tanggap darurat bencana ditetapkan mulai 12 hingga 20 Januari dan akan terus berjalan.

"Kami mengajak seluruh elemen di Kabupaten Kudus untuk bersama-sama membantu penanganan bencana ini," punya Samani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: