Kampung Mangut Semarang Jadi Contoh UMKM Ramah Lingkungan Lewat IPAL Komunal
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat melakukan kunjungan dan meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1).-Dok pemkot semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.com – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat sinergi antara pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan perlindungan lingkungan. Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat, 9 Januari 2025 kemarin.
Kampung Mangut Bandarharjo selama ini dikenal sebagai sentra produksi mangut, kuliner khas Kota Semarang yang berbahan dasar ikan. Aktivitas pengolahan yang berlangsung setiap hari berpotensi menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar.
Untuk mencegah pencemaran lingkungan, Pemkot Semarang membangun IPAL komunal yang berfungsi mengolah limbah sebelum dialirkan ke saluran umum.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota meninjau langsung sistem kerja IPAL sekaligus berdialog dengan warga dan pelaku UMKM. Agustina menegaskan, keberadaan IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman.
BACA JUGA:Taman Abdulrahman Saleh Dibangun Rp2,4 Miliar, Wali Kota Semarang Minta Dijaga dan Bebas PKL
Menurutnya, pengembangan kampung tematik berbasis kuliner tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan warga, tetapi juga harus disertai pengelolaan sanitasi dan limbah yang memadai.
“Aktivitas ekonomi warga harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Agustina juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan IPAL secara mandiri dan berkelanjutan. Ia menilai, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesadaran kolektif warga dalam merawat fasilitas yang ada.
Pemerintah Kota Semarang, lanjut Agustina, akan terus mendorong peningkatan kualitas kampung-kampung tematik, khususnya yang berbasis UMKM dan kuliner. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti sanitasi layak, sistem pengolahan limbah, serta penataan lingkungan yang lebih baik.
Melalui kunjungan ini, Pemkot Semarang berharap IPAL Kampung Mangut Bandarharjo dapat menjadi model pengelolaan limbah bagi sentra UMKM lainnya di Kota Semarang. Dengan lingkungan yang terjaga, diharapkan daya saing produk kuliner lokal semakin meningkat dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

