Ketut Dewi Bongkar Perselingkuhan Oknum Pegawai RSUD Loekmono Hadi Kudus, Dua Nakes Mesum Terekam CCTV
RSUD Loekmono Hadi Kudus diguncang video asusila yang diduga melibatkan oknum pegawainya. --
KUDUS, diswayjateng.com- RSUD Loekmono Hadi Kudus mendapat kejutan di awal tahun baru 2026. Bukanlah penghargaan atau prestasi yang diraih, namun justru kecaman negatif yang didapatkan.
Kondisi itu mencoreng nama baik RSUD milik Pemkab Kudus, setelah beredar video asusila yang diduga melibatkan dua oknum pegawai RSUD setempat.
Video antara seorang laki laki dan perempuan berseragam putih yang sedang dimabuk asmara itu, membuat heboh jagat media sosial di Kabupaten Kudus.
Tayangan video berdurasi 50 detik tersebut pun viral. Selain itu, menuai perhatian publik karena dikaitkan dengan lingkungan pelayanan publik. Video asusila itu heboh, usai iunggah oleh akun media sosial @ketutdewi_99.
Dalam tayangan video yang berwarna hitam putih tersebut, tampak seorang pria tengah berpelukan dan berciuman dengan seorang perempuan yang diduga seorang perawat di sebuah ruangan tertutup.
Yang membuat miris, unggahan video itu juga dilengkapi sejumlah narasi yang mengecam dugaan perilaku tidak senonoh di lingkungan rumah sakit di Kota Kudus.
Tidak hanya itu, pihak pengunggah video mesum ini juga menuliskan kecaman terhadap dugaan tindakan amoral, yang diklaim dilakukan oleh oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Penggugah video juga mengecam perbuatan tersebut, yang dianggap mencederai nilai moral, etika dan kemanusiaan. Terlebih rumah sakit disebut sebagai ruang pelayanan publik yang seharusnya menjunjung tinggi empati dan penghormatan. 
Tayangan video asusila berdurasi 50 detik itu heboh dan mencoreng nama baik RSUD Loekmono Hadi Kudus. --
Unggahan video tersebut tercatat telah ditonton sekitar belasan ribu kali dan dibagikan puluhan kali. Namun, fitur kolom komentar pada unggahan media sosial tersebut tampaknya sengaja dinonaktifkan oleh pemilik akun.
Sementara itu, merespon viralnya video asusila tersebut, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, mengaku segera mengambil langkah internal menyikapi persoalan yang meresahkan masyarakat itu.
“Ini (pelaku dan video) memang meresahkan. Kami akan melakukan rapat khusus besok untuk membahasnya,” ujar dr Abdul Hakam saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2025).
Hakam pun belum berani memberikan terkait kebenaran video tersebut. Yakni apakah rekaman itu berasal dari CCTV RSUD setempat dan identitas dua pelaku dalam video itu.
Hakam masih mengedepankan asas praduga tak bersalah menyikapi beredarnya video asusila itu, yang disebut-sebut dilakukan di lingkungan RSUD Kudus.
“Semuanya kita kembalikan pada prinsip praduga tak bersalah terlebih dahulu,” tukas Hakam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
