Atap Gedung Baru SMA Negeri 1 Wiradesa Roboh, Dua Pekerja Luka-luka
-Mukhtarom-
PEKALONGAN, diswayjateng.com - Atap lantai 2 gedung baru SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten PEKALONGAN, roboh saat masih dalam proses pembangunan, Senin (29/12/2025) siang.
Kapolsek Wiradesa, IPTU Maman Sugiharto, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima informasi.
“Kami mengetahui informasi sudah melalui media sosial sekira Senin malam. Tapi setelah kami cek tadi malam, kejadian sekira pukul 11 siang. Tidak ada laporan dari pihak sekolah,” ungkapnya. Selasa. 30/12/2025.
Ia menyebutkan bahwa sekitar dua setengah ruang kelas terdampak robohan atap. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA JUGA:Ibu dan 2 Anaknya Tewas Disambar Kereta Api Harina di Pekalongan
BACA JUGA:Libur Natal 2025 Padat, KAI Daop 4 Catat 67 Ribu Penumpang di Pekalongan dan Pemalang
“Dari pihak kami sudah kami laporkan dan koordinasikan dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk melaksanakan olah TKP. Untuk sementara ini, penyebab robohnya atap bangunan baru SMA 1 Wiradesa memang belum diketahui. Korban sesuai informasi dua pekerja, namun hanya mengalami luka ringan,” tambahnya.
Insiden robohnya atap bangunan yang menimpa dua ruang kelas itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dua orang pekerja dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi tanpa adanya faktor cuaca ekstrem. Saat kejadian, tidak terdapat hujan maupun angin kencang di lokasi.
Proyek rehabilitasi gedung SMA Negeri 1 Wiradesa ini memiliki nilai kontrak lebih dari Rp3,4 miliar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Bagikan Beras dan Uang Tunai ke Ratusan Ojol Pekalongan
BACA JUGA:Ruqyah Rutan Pekalongan Jadi Terobosan Spiritual, 44 Warga Binaan Nangis Bareng
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XII, Sukamto, menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan rehabilitasi menyeluruh bangunan sekolah yang dikerjakan melalui sistem lelang.
Ia menduga robohnya atap terjadi akibat kesalahan prosedur pelaksanaan dan pengerjaan yang dilakukan demi mengejar target penyelesaian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
