Ratusan Pelajar SD Al-Azhar 22 Salatiga Ikuti Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran
DISIRAM AIR : Ratusan pelajar mulai dari kelas 1-5 SD Al-Azhar 22 Salatiga terlihat antusias dan gembira saat diguyur air dari tangki Mobil Damkar ditengah Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran. Foto : Nena Rna Basri--
SALATIGA, diswayjateng.id - Ratusan pelajar SD Al-Azhar 22 Salatiga terlihag antusias saat mengikuti Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran, di Halaman Sekolahan di Jalan Diponegoro Salatiga, Rabu 11 Juni 2025.
Menerjunkan langsung satu tim Pemadam Kebakaran dari Damkar Pemkot Salatiga, satu unit Mobil Damkar beserta peralatan lengkap tampil gagah.
Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 22 Salatiga adalah Muhamad Zulfa mengatakan, bahwa kegiatan Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran penting bagi anak-anak untuk mengetahui dan memahami Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran.
"Dan kami minta, anak-anak untuk mengikuti memperhatikan dan melihat apa yang diajarkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga secara baik," kata Muhamad Zulfa.
BACA JUGA: Petugas Verifikator Sistem Penerimaan Siswa Baru SMP di Pekalongan Dikarantina
Apa yang menjadi arahan Petugas Damkar, akan menjadi bekal bagi pelajar SD Al-Azhar 22 Salatiga kelak ketika menemukan sejumlah kejadian.
Seperti, bagaimana nanti di rumah bisa menjaga keamanan jika di terhindar dari bencana kebakaran.
"Dan juga ketika terjadi kebakaran dapat membantu dan menangani kebakaran," pungkasnya.
Sementara ditempat yang sama, Kasi Pencegahan dan Inspeksi Damkar Kota Salatiga Betty Wahyu Nilla sari, S.TP.,M.Si., menambahkan simulasi kebakaran dan pengendalian kebakaran di SD Al-Azhar 22 Salatiga yang melibatkan guru dan siswa itu juga dikenalkan pengenalan fungsi dan tugas pemadam kebakaran.
BACA JUGA: Pertemuan Megawati dan Utusan Prabowo Dinilai Sejukkan Suhu Politik Nasional
Tak lupa, Petugas Damkar Kota Salatiga juga melakukan pelatihan pemadaman dengan cara tradisional dan menggunakan tabung APAR.
Serta, bagaimana memadamkan api di dalam tong yang terdapat kobaran api dalamnya.

Dengan maksud, pelatihan dan simulasi diberikan sebagai bentuk pengetahuan dan langkah awal mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran di semua kalangan masyarakat termasuk di lembaga pendidikan seprti di sekolah.
BACA JUGA: Polda Jateng Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk 4.000 Pengemudi Ojol
BACA JUGA: Hari Pertama Pendaftaran SPMB Kota Semarang 2025, Ratusan Orang Tua Alami Kendala Data dan NIK
Betty juga menerangkan, jika sosok perempuan juga bisa menjadi petugas Damkar namun tentunya tetap menjaga fisik dan mental.
Tak lupa, petugas Damkar Kota Salatiga menyelipkan pesan serta mengingatkan para siswa untuk tidak boleh bermain petasan dan api.
"Jika memang ingin memainkan kembang api harus didampingi orang dewasa atau pun orang tua," ucap seorang petugas Damkar.
BACA JUGA: Permasalahan Gugatan Perdata RSUD Kardinah dan CV Curtina, Hakim Imbau Bisa Damai
BACA JUGA: Guru Murid dan Orang Tua SD Negeri Randugunting 1 Tegal Gelar Kurban Satu Ekor Sapi
Hal menarik dan di nanti para pelajar ini dari kegiatan Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran adalah, ketika mereka diminta mengenakan jas ujan sekali pakai yang telah dibawa sejak dari rumah.

Seketika, para pelajar mulai dari Kelas 1-5 pun diguyur air dari tangki Mobil Damkar melalui selang bak hujan yang turun dari langit.
Teriakan gembira terpancar dari ratusan pelajar yang mengaku kegiatan Simulasi Mitigasi Bencana Kebakaran ini sangat seru dan bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
