Pemotongan Hewan Kurban Secara Mandiri Jadi Tontonan Warga di Salatiga

Pemotongan Hewan Kurban Secara Mandiri Jadi Tontonan Warga di Salatiga

MENYEMBELIH : Warga di lingkungan Klaseman RW II Kelurahan Mangunsari Kota Salatiga melakukan pemotongan hewan kurban secara mandiri, Jum'at 6 Juni 2025. Foto : Nena Rna Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Sejumlah pemotongan hewan kurban dilakukan secara mandiri oleh warga di Salatiga, usia Shalat Idul Adha 1446 H, Jum'at 6 Juni 2025. 

Seperti dilakukan oleh warga di lingkungan Klaseman RW II Kelurahan Mangunsari, Kota Salatiga.

Meski demikian, ada juga warga memanfaatkan layanan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Salatiga dengan retribusi yang telah diatur. 
Menyembelih sekitar 4 ekor sapi dan sejumlah kambing, penyembelihan dilakukan di pinggir jalan tak jauh dari 
Masjid At Taqwa Klaseman RW II Kelurahan Mangunsari, Kota Salatiga.

Sapi-sapi yang disembelih menjadi tontonan warga sekitar dan penggunaan jalan. 

BACA JUGA: Tangis Bahagia Dasuki saat Rumahnya Hendak Diperbaiki Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BACA JUGA: Patroli Malam Takbiran, Kapolres Semarang Swafoto hingga Sapa Warga di Pinggir Jalan

Bahkan, kegiatan setahun sekali ini membuat warga antusias menyaksikannya dari dekat. 


"Setiap tahun warga sini menyembelih sendiri secara mandiri. Sudah disiapkan saluran pembuangan darah hewan kurban," ungkap Ani, warga sekitar Masjid At Taqwa Klaseman RW II Kelurahan Mangunsari, Kota Salatiga.

Hal yang sama juga dilakukan warga Perumahan Taman Mutiara RW X Kelurahan Tingkir Tengah, Kota Salatiga. 

Secara bergotong-royong melakukan penyembelihan secara mandiri dengan tetap mengedepankan syari'at islam dalam hal pemotongan hewan kurban. 

BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Tol Kembali Terjadi ! Wakil Ketua DPRD Ngawi Meninggal Dunia

BACA JUGA: Nyaman Selama Libur Idul Adha, Nasabah BRI Tetap Dapat Bertransaksi Melalui Layanan Digital hingga Weekend Ban

Sebelum dilakukan penyembelihan, warga muslim berbondong-bondong mengikuti Shalat Idul Adha 1446 H di Masjid At Taqwa Klaseman RW II Kelurahan Mangunsari, Kota Salatiga, hadir sebagai pengkotbah 
Purnawirawan Polri Mushowir. 

Dalam kotbahnya, Mushowir mengajak pada dirinya sendiri dan seluruh Muslim menjauhkan sifat  keangkuhan dan ketinggian hati. 

"Kita kecil dihadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Apapun yang kita masih lemah tinggal di hadapan Allah yang maha kuasa. Kekuasaan dan pengaruh kita bisa tidak berdaya dalam genggaman Allah yang Maha Kuasa atas segala-galanya," ucapnya. 

Ditengah memperingati Hari Raya Haji, di mana kaum Muslimin sedang memenangkan hati yang paling utama yaitu buku dipadang arafah semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit yang disebut pakaian ihram. 

BACA JUGA: Idul Adha Bersejarah Desa Tegalsari, Dapat Sapi Presiden hingga Bupati Batang jadi Khatib Salat Ied

BACA JUGA: Usai Shalat Ied Wali Kota Tegal Serahkan Hewan Kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto

Terdapat nilai persamaan dalam segi bidang kehidupannya, jika dapat dibedakan antara mereka semuanya merasa derajat sama-sama mendekatkan diri kepada Allah yang maha kuasa. 

Terkait hikmah berkurban, Mushowir mengungkapkan maknanya. Dimana, makna berkurban itu sendiri artinya adalah menyembelih hewan untuk berusaha meningkatkan diri kepada sang khalik yakni allah subhanahu wa ta'ala. 

In juga mengahak para orang tua untuk membentuk anak-anak generasi saat ini, menjadi pribadi yang saleh, selalu berbakti kepada orang tua lebih-lebih terhadap Allah dan Rasul-nya. 

BACA JUGA: Keliling Brebes, Ahmad Luthfi Cek Layanan Speling hingga Salurkan Bantuan Keuangan

BACA JUGA: Takbir Keliling dan Nobar Timnas Warnai Malam Idul Adha Perum Saputra Raya Batang



Shalat Idul Adha di Lapangan Pancasila
Sementara, Wali Kota Salatiga dan Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin mengikuti salat Idul Adha 1446 H/2025 M di Lapangan Pancasila. 

Ikut serta dalam salat Ied tersebut, jajaran Forkopimda Kota Salatiga. Bertindak sebagai imam salat ied adalah Ust. H. Lutfi Chakim, L.C., M.Pd, sedangkan khutbah iduladha disampaikan oleh khatib Dr. Ahmad Sulthoni, M.Pd.

Ditengah acara, secara simbolis diserahkan Bantuan Kemasyarakatan Presiden Berupa Sapi Untuk Idul Adha 1446 H. 

BACA JUGA: Polres Pekalongan Kota Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja & Sabu

BACA JUGA: Idul Adha 1446 H, Polres Semarang Potong 12 Ekor Hewan Kurban

Sapi jenis Simmental dengan bobot pengukuran terakhir 995 kg tersebut diberikan kepada masjid Al Istiqomah, Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo Kec. Argomulyo dan akan di potong di Rumah Potong Hewan (RPH) kota Salatiga, kemudian akan dibagikan kepada sekitar 325 KK yang berada di sekitar Masjid Al Istiqomah.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 ini Kota Salatiga memotong hewan kurban sebanyak 645 sapi dan 803 kambing dengan total pekurban sebanyak 5.138 orang. 

Estimasi yang dihitung panitia tingkat kota, total nilai kurban tahun ini mencapai 17,244 milyar rupiah.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait