Diklaim Surplus Produksi Padi, Kudus Bidik Lumbung Pangan Nasional
Bupati Sam’ani Intakoris bersama Dandim Kudus tanam padi serentak secara nasional-arief pramono/diswayjateng.id-
KUDUS, diswayjateng.id- Kabupaten Kudus dilibatkan dalam Gerakan Tanam Padi Serentak yang dilaksanakan di 14 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan taman padi massal yang digagas oleh Kementerian Pertanian RI, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Aksi tanam padi di Kabupaten Kudus, dilaksanakan di area persawahan di lingkungan RT 1 RW 5, Dukuh Jawik, Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama Dandim 0722/Kudus Letkol Inf. Hermawan Setya Budi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sebelumnya, mereka mengikuti pembukaan acara secara virtual dan menyaksikan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan pentingnya gerakan ini bagi ketahanan pangan Indonesia.
“Ini kan program yang diperintahkan oleh Pak Prabowo. Kita tanam serentak untuk padi di seluruh Indonesia. Semoga dengan tanam ini, petani berdaya dan suasana pada pangan untuk Indonesia bisa tercapai dengan baik,” ujar Sam’ani.
BACA JUGA:Harga Kedelai Impor di Kudus Bikin Resah Dipicu Perang Dagang AS
Bupati Sam’ani juga menambahkan bahwa kondisi pertanian di Kudus saat ini sudah menunjukkan hasil yang baik dengan surplus produksi.
“Sudah bagus, kita sudah surplus. Semoga dengan dukungan Pak Dandim dan jajarannya, kita bisa terus mengawal para petani dan Bulog agar transaksi berjalan lancar,” terangnya.
Mengenai upaya pemerintah dalam mengatasi daerah rawan banjir, Sam’ani menjelaskan bahwa Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganannya.
“Kami juga sudah usulkan program pembangunan embung. Soal alat berat, silakan desa pinjam dari Dinas PUPR, operator juga bisa difasilitasi,” tambahnya.
BACA JUGA:Jaga Warisan Budaya Dunia, Remaja Kudus Didoktrin Cara Membatik Tulis
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo, menambahkan bahwa Kabupaten Kudus kini memasuki musim tanam (MT) ke-2. Dalam kegiatan ini, luas lahan yang ditanami mencapai 51 hektare. Ia optimis hasil panen akan lebih baik dari sebelumnya.
“Kegiatan ini mendukung ketahanan pangan Kabupaten Kudus. Tujuan utama kami adalah memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. Ini yang paling penting,” ujar Didik.
Didik juga menekankan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk petani, Bulog, dan TNI, serta pentingnya keberagaman tanaman pangan untuk menjaga ketahanan pangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: