Hadirkan Dokter Spesialis dan Gelontor Beras, Cara Gubernur Jateng Sejahterakan Warga Pati

 Hadirkan Dokter Spesialis dan Gelontor Beras, Cara Gubernur Jateng Sejahterakan Warga Pati

Pemberian bantuan beras ke warga oleh Gubernur Jateng dan Bupati Pati.-arief pramono/diswayjateng.id-

PATI, diswayjateng.id- Kabupaten Pati kini menjadi sasaran Program Pelayanan Kesehatan Spesialistik Keliling (Speling). Dalam program unggulan Gubernur Jateng ini, untuk menjangkau pelayanan kesehatan dan penguatan ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok desa. 

Program Speling ini digelar di Balai Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Dalam agenda itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan dan pelayanan kesehatan di balai desa setempat. 

Lutfhi mengatakan, sebanyak 57 desa dan 2,8 juta penduduk Jawa Tengah telah mendapatkan layanan kesehatan gratis dari dokter spesialis.

"Saya bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah melakukan kunjungan di beberapa wilayah, dimulai dari Semarang, Demak, Pati dan terakhir di Rembang,” ujar Ahmad Lutfhi. 

Lutfhi mengaku menggutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di tingkat bawah. Wilayah Jawa Tengah selama 100 hari, memiliki program Speling yang sudah mencapai hampir 57 desa hingga saat ini.

“Selanjutnya ada sebanyak 2 juta 800 ribu masyarakat desa di Jawa Tengah sudah tersentuh oleh penanganan kesehatan dengan dokter spesialis gratis," terang Luthfi.

Lutfhi menyebut, program Speling merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI. Yakni terkait pemerataan dan penggratisan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat kelas bawah.

Sementara itu, Bupati Pati Sudewo mengapresiasi sinergi Pemprov Jateng mendukung Kabupaten Pati melalui tiga bentuk bantuan yang sangat bermanfaat.  

Menurut Sudewo, bantuan itu antara lain bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kepada 24 kelompok dengan total anggaran Rp 480 juta. Bantuan diserahkan kepada satu kelompok penerima di Desa Kedungwinong.

Selanjutnya bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1 ton untuk 100 Kepala Keluarga kurang mampu. Kemudian Pelayanan Kesehatan Spesialistik "Sehat Bareng Luthfi Yasin" yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan.

"Program-program ini tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga menjadi stimulus pemberdayaan dan penguatan daya tahan sosial ekonomi masyarakat," terang Sudewo.

Sudewo juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pengelolaan bantuan. KUBE relevan sebagai modal usaha bagi ekonomi kerakyatan, dan diharapkan berkembang menjadi unit usaha mandiri dan berkelanjutan.

“Penyaluran beras menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dan naiknya harga kebutuhan pokok,” ucap Sudewo. 

Sedangkan pelayanan Program Speling, disebut Sudewo sebagai bentuk keadilan sosial di bidang kesehatan. Pemkab Pati juga mempercepat penanggulangan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait