Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Grobogan Bahas Kenakalan Remaja hingga Pencegahannya

Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Grobogan Bahas Kenakalan Remaja hingga Pencegahannya

Tim jaksa dari seksi Bidang Intelijen Kejari Grobogan menyampaikan materi penyuluhan terkait kenakalan remaja kepada murid-murid SMP Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa 20 Mei 2025. (Dok. Kejari Grobogan/diswayjateng.id)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan mendatangi dua sekolah. Program Jaksa Masuk Sekolah kali ini menyambangi SMPN 3 serta SMPN 2 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa 20 Mei 2025.

Jaksa Masuk Sekolah kali ini menghadirkan sebagai pemateri penyuluhan hukum, jaksa fungsional seksi Bidang Intelijen Arum Kurnia Sari, didampingi oleh Staf Intelijen Kejari Grobogan.

Tim jaksa disambut Kepala SMPN 3 Purwodadi, Ngatman, Dewan Guru SMP dan 50 siswa di sekolah tersebut. Sedang di SMPN 2 Purwodadi disambut Kepala Sekolah Susilawati, Dewan Guru dab 50 siswa.

Arum Kurnia Sari menyampaikan materi tentang kenakalan remaja yang merupakan perbuatan melanggar hukum atau norma dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. 

BACA JUGA:Terkait TNI Pengerahan Dukungan Kejaksaan, Kejari Salatiga 'Wait and See'

BACA JUGA:Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal Datangi Sidang Praperadilan

"Kejahatan yang dilakukan anak yang berhadapan dengan hukum ditangani dengan sistem peradilan anak seperti diatur dalam Undang-Undang (UU)," ujarnya. 

Arum menjelaskan, perilaku kriminal adalah kejahatan yang ditangani oleh peradilan pidana. Adapun pelanggaran status yaitu pelanggaran yang masuk kategori ringan, contohnya kenakalan remaja seperti tawuran, bolos sekolah, freesex, dan narkoba.

"Faktor penyebab kenakalan remaja antara lain krisis identitas, kontrol diri lemah, pengaruh keluarga, lingkungan, pergaulan, dan kurangnya pendidikan agama. Lalu, kebiasaan nonton video porno, perkembangan teknologi yang berdampak negatif, pengaruh budaya barat dan gaya hidup, serta narkoba," paparnya.

Adapun langkah mengatasi kenakalan remaja, menurut Arum, harus dimulai dengan mengenal karakter diri sendiri, adanya peran keluarga dalam rangka mengawasi perkembangan anak, serta peran guru di sekolah lewat konseling dan pengawasan perubahan perilaku anak, maupun peran serta lingkungan sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: