Keren! Kerajinan Tangan Serabut Kelapa Napi Lapas Sragen Tembus Pasar Belgia

Warga binaan lapas kelas IIA Sragen tengah sibuk menganyam mainan dari serabut kelapa untuk di ekspor--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.id - Meski sedang menjalani hukuman, Warga binaan pemasyarakatan (LP) Kelas IIA SRAGEN berhasil mengolah serabut kelapa yang sudah dipintal menjadi produk kerajinan tangan dengan kualitas ekspor.
Hebatnya, warga binaan Lapas IIA Sragen. Dalam sehari mereka bisa memproduksi 1.000-an buah mainan hewan itu dengan menggerakkan 505 orang WBP di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen.
Para napi ini terlebih dahulu mendapat pelatihan dalam menganyam serabut kelapa itu menjadi produk mainan binatang. Para narapidana itu bisa memiliki kesibukan membuat kerajinan itu sekaligus menjadi bekal keterampilan tersendiri setelah bebas dari LP.
Dalam kesempatan itu, salah satu warga binaan LP Kelas IIA Sragen dibagian finisihing Joko Utonmo yang setiap hari mendapat bagian menghitung helai serabut kelapa itu dan diikat sedemikian rupa. Setiap satu ikat itu akan menjadi satu produk mainan binatang.
Joko yang merupakan salah satu narapidana terorisme (napiter) asal Solo yang sekarang sudah menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Joko divonis hukuman empat tahun dan masa hukuman itu dihabiskan di Polda Jateng dan Mako Brimob. Selebihnya dihabiskan di LP Kelas IIA Sragen.
“Total ada 13 item produk yang dibuat. Ada yang berukuran 40 cm, ada yang berukuran 1 meter, ada berbentuk double ring, ada yang lingkaran, dan ada yang berbentuk bola-bola. Dari 20 orang yang bekerja di bagian finishing ini memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri. Targetnya pada 10 hari per item bisa sampai 1.500 buah,” papar.
Joko baru empat bulan tinggal di LP Sragen dan sekarang dipercaya untuk membuat produk kerajinan bersama teman-temannya.
"Jadi dari bidang finishing ini ada yang dilempar ke blok-blok untuk dianyam. Sekarang sudah jalan dua pekan. Kesulitan ada tetapi dengan belajar bisa teratasi kesulitan itu. Katanya produk ini mau diekspor ke Belgia. Produknya mainan hewan, seperti anjing dan harimau. Saya berharap setelah bebas nanti bisa memiliki keterampilan untuk membuat produk seperti ini,” ujarnya.
Kepala LP Kelas IIA Sragen, Mohamad Maolana, menyampaikan untuk memenuhi satu kontainer untuk ekspor ke Belgia dibutuhkan produk sebanyak 64.000 buah untuk aneka jenis.
Maolana menyampaikan kinerja para warga binaan dikebut untuk mengejar target karena sebelum Lebaran nanti sudah bisa ekspor ke Belgia.
“Ini produknya mainan hewan. Sebetulnya diminta 10 hari sekali bisa kirim tetapi terkendala bahan bakunya. Dari pihak PT saja mengambil bahan baku sampai ke Madura yang jauh dan jumlahnya terbatas. Kalau bahan siap bisa langsung dikirim ke LP, kami siap karena kami punya 505 orang tenaga kerja,” jelasnya.
Kasi Kegiatan Kerja LP Kelas IIA Sragen, Triyono, mengatakan pada setiap harinya bisa menghasilkan 1.000-an buah produk aneka jenis. Dia menyampaikan 505 WBP dilibatkan semua.
“Mereka mengerjakan di masing-masing blok. Mereka disetori setengah jadi dari bagian finishing. Di blok-blok itu mereka tinggal menganyam saja. Hasilnya dikembalikan untuk finishing produk,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: