Penyandang Disabilitas di Kabupaten Tegal Belum Difasilitasi Sarana dan Prasarana Olahraga

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Tegal Belum Difasilitasi Sarana dan Prasarana Olahraga

WAWANCARA - Ketua NPCI Kabupaten Tegal Banyu Tri Mulyo didampingi Wakilnya Robi Dias Ardilas saat diwawancara wartawan, di GOR Indoor Slawi.Foto:Yeri Noveli/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI - Para penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal hingga kini belum difasilitasi sarana dan prasarana (sarpras) olahraga. Tak heran, warga difabel di daerah tersebut kerap kesulitan ketika hendak berlatih olahraga.

Seperti yang dialami atlet tenis meja, Banyu Tri Mulyo yang berasal dari Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.

Padahal, Banyu yang saat ini menjabat sebagai Ketua National Paralympic Committe of Indonesia (NPCI) Kabupaten Tegal ini berulangkali meraih prestasi di tingkat Internasional cabang olahraga (cabor) tenis meja. Akan tetapi, dia seperti tidak diberi ruang untuk berlatih di tanah kelahirannya.

BACA JUGA:Dinas Pendidikan di Kabupaten Pemalang Harus Majukan dan Kembangkan Sekolah

"Saya kalau mau latihan  bingung. Pemerintah Daerah belum memfasilitasi sarana olahraga untuk kami," kata Banyu Tri Mulyo, saat Seminar Olahraga NPCI Kabupaten Tegal di GOR Indoor Trisanja Slawi.

Dirinya tak menampik, dukungan Pemkab Tegal terhadap penyandang disabilitas memang masih minim. Begitu pula dengan minat penyandang disabilitas untuk bergabung ke NPCI juga sedikit. Sejauh ini, anggota NPCI baru ada sekitar 15 orang. 

Disebutkan, NPCI yang hampir sama dengan KONI itu memang baru berdiri sejak 2019 lalu. Itu pun diinisiasi oleh dirinya dan beberapa rekan-rekannya.

BACA JUGA:Bupati Pemalang Mansur Hidayat Dorong Kerja Sama dengan Investor, Komitmen Mengatasi Sampah

"Kalau di Kabupaten Tegal perhatian untuk penyandang disabilitas masih kurang, tapi kalau di Jawa Tengah bagian timur, cukup lumayan. Perhatian dari pemerintah cukup maksimal," ujarnya.

Wakil Ketua NPCI Kabupaten Tegal Robi Dias Ardilas yang hadir dalam acara tersebut juga mengatakan hal senada.

Menurutnya, sejak NPCI Kabupaten Tegal berdiri, pihaknya belum pernah mendapatkan anggaran dari Pemkab Tegal. 

BACA JUGA:Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Akomodir Keluhan Paguyuban Kapal Cacaban

Padahal, NPCI membutuhkan anggaran untuk melengkapi sarpras dan untuk mengembangkan NPCI di Kabupaten Tegal.

"Sebenarnya kami dijanjikan akan dapat hibah di tahun 2025. Tapi itu belum pasti. Kami sangat membutuhkan anggaran di tahun 2024 ini," ujar Dias yang juga sebagai Pelatih NPCI Jawa Tengah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: