Pasar Slumpring: Wisata Kuliner Tradisional Unik di Tegal

Pasar Slumpring: Wisata Kuliner Tradisional Unik di Tegal

Aktivitas pedagang Pasar Slumpring--

Tuk Mudal menjadi spot yang masih terjaga di sana, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan sumber mata air ini saat mengunjungi Slumpring.

Sedangkan perahu gethek dan sepeda air menjadi fasilitas menyenangkan untuk menikmati keelokan Tuk Mudal. Selain itu di sekitaran sumber air terdapat gazebo untuk wisatawan bersantai.

Tersedianya arena bermain dan tontonan musik juga menjadi hal yang menarik, pasar ini dapat dijadikan destinasi wisata keluarga yang cocok untuk akhir pekan.

BACA JUGA:5 Jajanan Tempo Dulu yang Masih Eksis di Tegal, Nomor 3 Rasanya Bikin lidah ketagihan

3. Keunikan

Selain tempatnya yang berada di tengah perkebunan bambu, hal unik tentang Pasar Slumpring terletak pada penggunaan koin bambu bernama irad untuk transaksi jual-beli makanan. 

Untuk membeli setiap makanan, kita harus menyiapkan irad dengan menukar uang Rp2.500/irad

Aneka makanan tradisional yang tersedia sangat beragam, setidaknya ada 47 jenis jajanan tempo dulu yang dijual di sana. 

Ragam makanan itu antara lain bubur sumsum, nasi jagung, klepon, serabi, gemblong, lindung, urab, gethuk, blendung, awul-awul, lontong sate dan masih banyak lagi.

Selain mengusung tema tradisional, Slumpring juga sangat ramah lingkungan. Tanpa adanya plastik, semua pedagang hanya menyediakan kemasan dari daun pisang dan tusuk bambu.

Selain itu, warga Desa Cempaka memanfaatkan Slumpring dengan menyediakan penginapan murah, sehingga wisatawan luar daerah bisa menginap dan menikmati objek wisata dengan lebih mudah. 

4. Harga tiket

Tak memerlukan biaya mahal, wisatawan hanya perlu menyediakan uang tiket masuk Rp5.000 dan parkir Rp2.000 untuk masuk ke Slumpring. 

5. Jam operasional

Sedangkan untuk datang ke pasar ini wisatawan perlu memperhatikan hari dan jamnya. Slumpring hanya buka setiap Minggu pukul 07.00—12.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: