HUT disway jateng

MI di Kebumen Bersiap Lompat Kelas

MI di Kebumen Bersiap Lompat Kelas

Peserta mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan Insersi Pendidikan Perkoperasian yang digelar KKMI Kabupaten Kebumen di Grand Kolopaking Hotel Kebumen, Selasa (7/7/2026).-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id – Wajah pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kebumen bersiap menghadapi transformasi besar. Melalui Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), para kepala madrasah dan guru mulai menyamakan ritme untuk menggenjot mutu pendidikan lewat implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.

 

 

Tak sekadar mengejar target akademik, kurikulum anyar ini juga dikombinasikan dengan insersi pendidikan perkoperasian. Cetak birunya dibahas tuntas dalam forum strategis di Grand Kolopaking Hotel Kebumen, Selasa (7/7).

 

BACA JUGA: Ketua DPRD Batang Pastikan Seragam Gratis Jangkau Sekolah Swasta dan Madrasah

BACA JUGA: Madrasah Diniyah di Pulokulon Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 60 Juta

 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin menegaskan, KMA Nomor 1503 Tahun 2025 bukan sekadar dokumen perubahan kurikulum di atas kertas. Lebih dari itu, regulasi ini menempatkan pendidikan karakter sebagai roh utama pembelajaran di madrasah.

 

Anif mengingatkan, tantangan zaman menuntut madrasah melahirkan generasi yang komplet: moncer secara akademik sekaligus kokoh secara akhlak. Untuk mewujudkannya, ia meminta guru tidak berjalan sendirian.

 

 

"Guru dan orang tua harus berjalan beriringan. Madrasah tidak hanya mencetak anak yang cerdas otaknya, tetapi juga membentuk karakter yang kuat agar mereka mampu berkontribusi nyata di tengah masyarakat," tegas Anif saat membuka acara.

 

BACA JUGA: Nasib 18 Ribu Guru Madrasah Memprihatinkan, Gaji dan Kesejahteraan di Bawah UMR Jepara

BACA JUGA: Guru Madrasah Jepara Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Siapkan Rp 25 Miliar

 

Sebagai stimulus konkret di lapangan, Anif mengajak seluruh elemen MI untuk menyukseskan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Gerakan pembiasaan positif ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.

 

"Setiap anak itu unik dan punya cetak biru bakatnya masing-masing. Tugas guru adalah menemukan, membimbing, dan mengasah potensi tersebut agar mereka melejit sesuai minatnya," tambahnya.

 

 

Arah baru pendidikan madrasah ini dikupas lebih dalam oleh Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, H. Juair. Sebagai PTP Ahli Muda, Juair menjelaskan bahwa KMA 1503/2025 didesain agar madrasah lebih adaptif terhadap lompatan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan identitas keagamaannya.

 

BACA JUGA: Sehari Setelah Tersangka Ditetapkan, Kemenag Ungkap Padepokan Padang Ati Tak Pernah Terdaftar

BACA JUGA: DPR RI Sentil Kemenag atas Maraknya Kasus Asusila di Pondok Pesantren

 

"Madrasah unggul adalah madrasah yang berpusat pada siswa. Output-nya jelas: lulusan yang beriman, kompeten, dan punya daya saing tinggi," jelas Juair.

 

Menariknya, akselerasi mutu ini juga menyentuh aspek ekonomi dan sosial melalui pendidikan perkoperasian. Kepala MIN 2 Jepara, H. Muhajir, yang hadir sebagai pemateri sesi kedua, menyebutkan bahwa nilai-nilai koperasi sangat klop dengan pendidikan karakter.

 

"Lewat koperasi, anak-anak belajar konkret soal gotong royong, kejujuran, demokrasi, dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Ini modal penting mereka menghadapi masa depan," kata Muhajir.

 

Melalui forum ini, KKMI Kebumen berharap seluruh nakhoda MI di Kebumen punya frekuensi yang sama. Sinergi antara penguatan kurikulum baru, penanaman karakter, dan bekal berwirausaha diharapkan menjadi fondasi kuat lahirnya madrasah-madrasah unggul yang inovatif di Kebumen.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait