Buntut Karacunan, PAUD Kid Fun Education Boyolali Ancang-ancang Proses Hukum SPPG
KETERANGAN : Pengelola PAUD Kid Fun Education, Dewi Ritaningsih, Dewi dan Kuasa Hukum korban M. Badrus Zaman saat memberikan keterangan. Foto : ist--
BOYOLALI, diswayjateng.id – Para korban ancang-ancang memproses hukum pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga penyebab siswa PAUD Kid Fun Education di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengalami keracunan massal.
Kuasa hukum korban, M. Badrus Zaman kepada wartawan sebelumnya menyatakan, resmi melayangkan pengaduan terhadap pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Boyolali, Rabu 4 November 2026.
"Kami minta pengelola MBG, segera membuka komunikasi dan memberikan pertanggungjawaban kepada pihak sekolah, guru, dan wali murid," ujar Badrus kepada wartawan di Boyolali.
Badrus menegaskan, jika kliennya tidak hanya memproses surat pengaduan kepada pihak pengelola, tapi ditembuskan kepada 10 instansi strategis, mulai dari Gubernur Jawa Tengah, Bupati Boyolali, pengelola pusat program MBG, hingga Presiden Republik Indonesia.
BACA JUGA: Pasca Keracunan, PAUD Kid Fun Education Boyolali Sepakati Penghentian Sementara MBG
Pihaknya tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila tidak ada tindak lanjut dari pengelola MBG.
"Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya meminta pertanggungjawaban atas dugaan persoalan keamanan pangan yang berdampak terhadap para murid dan tenaga pendidik di PAUD Kid Fun Education. Kami tetap akan melakukan upaya hukum pidana maupun perdata. Kasihan anak-anak yang masih di bawah umur," tuturnya.
Badrus menjelaskan, PAUD Kid Fun Education telah menerima program MBG sejak 10 November 2025.
Pada awalnya, distribusi makanan dilakukan melalui SPPG lain. Namun, sejak April 2026, penyaluran dialihkan ke SPPG yang kini bermasalah.
BACA JUGA: Diduga ODGJ, Anak Kandung Hantam Kepala Mbah Subar dengan Batu Bata Hingga Tewas di Boyolali
Setelah pengalihan tersebut, pihak sekolah disebut beberapa kali menemukan persoalan terkait kelayakan makanan yang diterima.
Puncaknya terjadi pada 24 September 2026. Sebanyak 10 murid dan seorang guru dilaporkan mengalami gejala sakit seperti demam tinggi, muntah, pusing, hingga tubuh lemas setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri atas filet lele, sayuran, buah-buahan, dan nasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
