Hujan Mendadak Picu Risiko Tabrakan, Pengendara Motor Diingatkan Jangan Berteduh di Bawah Jembatan

Hujan Mendadak Picu Risiko Tabrakan, Pengendara Motor Diingatkan Jangan Berteduh di Bawah Jembatan

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto,mengingatkan pengendara agar tidak menepi atau berteduh di bawah jembatan maupun underpass saat hujan deras. -Dok. Astra Motor Jateng-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.com — Curah hujan tinggi yang kerap turun mendadak pada Januari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengingatkan pengendara agar tidak menepi atau berteduh di bawah jembatan maupun underpass saat hujan deras.

Menurut Oke, kebiasaan berhenti di bawah jembatan dengan memakan sebagian badan jalan masih sering terjadi di kota-kota besar seperti Semarang dan Solo. Praktik tersebut dinilai berbahaya dan melanggar etika keselamatan berkendara karena menciptakan penyempitan arus lalu lintas (bottleneck).

“Dalam kondisi hujan, jarak pandang pengemudi lain terutama bus dan truk menjadi terbatas. Permukaan jalan yang licin juga membuat jarak pengereman lebih panjang. Berhenti di bawah jembatan menjadikan pengendara motor sasaran empuk tabrak belakang,” kata Oke, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menekankan pentingnya empati saat berkendara di cuaca buruk. Semua pengguna jalan berada dalam situasi sulit, sehingga diperlukan kesadaran untuk saling memberi ruang dan menjaga keselamatan bersama. Salah satu langkah dasar yang harus dilakukan adalah menyalakan lampu utama agar kendaraan terlihat oleh pengguna jalan lain. Oke juga mengingatkan agar pengendara tidak menggunakan lampu hazard saat tetap melaju karena dapat membingungkan pengendara di belakang.

Selain itu, pengendara diminta memberi jarak lebih luas, khususnya ketika melihat pengguna jalan lain yang terlihat goyah akibat terpaan angin silang. Klakson agresif justru dapat memperburuk situasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Terkait kebutuhan memakai jas hujan, Oke menyarankan agar pengendara menepi dengan prosedur yang aman. Langkah pertama adalah mengurangi kecepatan secara bertahap dan menyalakan lampu sein kiri sejak jauh sebelum berhenti. Pengendara dianjurkan mencari lokasi yang luas dan aman, seperti pelataran ruko, SPBU, atau halte yang memiliki kantong parkir.

“Jika terpaksa berhenti di bahu jalan, pastikan motor berada di luar garis putih dan lampu belakang tetap menyala agar mudah terlihat,” ujarnya.

Oke menegaskan bahwa hujan merupakan ujian kesabaran dan manajemen risiko di jalan raya. Menurutnya, keinginan untuk tetap kering tidak sebanding dengan keselamatan jiwa. “Sehelai jas hujan tidak lebih berharga daripada nyawa. Menepi secara tergesa-gesa di tengah kemacetan hanya demi menghindari basah adalah keputusan yang berbahaya,” tegasnya.

Ia pun mengimbau pengendara untuk bersikap antisipatif. “Jika langit sudah mendung, pakailah jas hujan lebih dulu di tempat yang aman, bukan saat hujan sudah deras. Jangan biarkan keinginan untuk berteduh justru mencelakai orang lain yang sedang berjuang di jalan,” pungkas Oke. (Sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: