Menggantung Harapan di Pinggir Pasar Johar, Kisah Satiman Bertahan dari Jualan Kalender Musiman

Menggantung Harapan di Pinggir Pasar Johar, Kisah Satiman Bertahan dari Jualan Kalender Musiman

Satiman berdiri diantara gantungan dan tumpukan kalender 2026.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com — Di sudut gang Jalan Inspeksi Kyai Damar, kawasan Pasar Johar, Kota Semarang, Satiman duduk tenang di tengah kepungan kalender-kalender yang bergelantungan di lapak sederhananya.

Matanya sesekali terpejam, menahan kantuk yang datang sejak pagi. Namun begitu ada pembeli mendekat, ia segera bangkit, cekatan melayani sambil merapikan lembaran waktu yang menjadi sandaran hidupnya setiap pergantian tahun. 

Kalender-kalender tahun 2026 itu digantung dengan berbagai ukuran dan gambar, sebagian lainnya ditumpuk rapi di atas meja kayu seadanya.

Arus pejalan kaki, motor, hingga mobil yang melintas padat membuat lapak Satiman tak pernah benar-benar luput dari lirikan. Di tempat itulah, ia menggantungkan harapan secara harfiah dan makna. 

BACA JUGA:Sambut Tahun Baru 2026, Ini Pesan Bupati Grobogan untuk Seluruh ASN hingga Masyarakat

BACA JUGA:29 Motor Knalpot Brong Diciduk Polresta Solo, Saat Pergantian Tahun Baru 2026

Bagi Satiman, kalender bukan sekadar penunjuk tanggal. Ia adalah penanda musim rezeki yang datang setahun sekali.

“Kalau kalender itu kan tahunan. Biasanya ramai dan peminatnya ada sampai sekitar bulan April–Mei,” ujar Satiman saat ditemui, Minggu 4 Januari 2025. 

Kalender adalah barang musiman. Saat musimnya lewat, Satiman harus kembali memutar otak agar dapur tetap mengepul.

Di luar musim kalender, ia biasa menjual kaca dan figura. Jauh sebelum itu, ia pernah menggeluti usaha penjualan buku.

Namun, sebuah peristiwa besar mengubah arah hidupnya. 

BACA JUGA:Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Alun-alun Kajen Usai Perayaan Tahun Baru

BACA JUGA:Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Perayaan Tahun Baru 2026 Berlangsung Kondusif

“Dulu jual buku. Tapi buku-buku terbakar waktu Johar kebakaran. Akhirnya ganti jualan,” katanya pelan, mengenang kebakaran Pasar Johar yang meluluhlantakkan lapak-lapak pedagang beberapa tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait