RERefleksi Infrastruktur Jateng 2025: Dari Retak dan Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

RERefleksi Infrastruktur Jateng 2025:  Dari Retak dan Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

Perbaikan jalan di jalan lintas Propinsi oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah -Istimewa/ Umar Dani -

Jika ditemukan lubang baru, penanganan ditargetkan maksimal 1 x 24 jam.

“Target jalan bebas lubang sesuai arahan gubernur terus kami jaga. Lubang bisa muncul karena hujan, tapi tetap langsung kami tangani,” tegas Hanung.

Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jalur tengah Jawa Tengah dipastikan siap menjadi alternatif jalur nasional Pantura maupun tol. 

Mulai dari Brebes–Bantarsari– Tegal–Slawi–Jatinegara, hingga Pemalang–Randudongkal yang bercabang ke selatan menuju Belik–Purbalingga maupun ke timur arah Sukorejo–Plantungan, seluruhnya dinyatakan layak dilalui.

Perhatian terhadap infrastruktur dasar memang menjadi garis tegas sejak awal kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

 Tak lama setelah dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Ahmad Luthfi langsung turun ke daerah, meninjau jalan demi jalan.

“Yang pertama kami utamakan adalah infrastruktur dasar dan layanan dasar,” kata Ahmad Luthfi.

Sepuluh bulan berjalan, jalan-jalan provinsi menjadi saksi arah kebijakan itu. 

Bagi warga, jalan yang mulus bukan sekadar angka persentase, melainkan penghubung aktivitas, penggerak ekonomi, dan penanda hadirnya negara hingga ke lapis kehidupan paling dekat dengan keseharian masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait