RERefleksi Infrastruktur Jateng 2025: Dari Retak dan Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

RERefleksi Infrastruktur Jateng 2025:  Dari Retak dan Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

Perbaikan jalan di jalan lintas Propinsi oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jawa Tengah -Istimewa/ Umar Dani -

Di momen libur Natal dan Tahun Baru, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi penentu kenyamanan perjalanan sekaligus wajah kesiapan daerah menyambut arus wisata dan silaturahmi keluarga. 

Itulah sebabnya, Taj Yasin memastikan ruas-ruas jalan provinsi berada dalam kondisi prima.

“Dengan kondisi jalan seperti ini, warga bisa menikmati liburan di Jawa Tengah dengan nyaman,” ujar Taj Yasin. 

Ia menegaskan, bersama Gubernur Ahmad Luthfi, pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh ruas jalan siap dilalui masyarakat selama masa liburan.

Bagi warga, perbaikan jalan membawa dampak nyata. Abdul, warga Banyumas, merasakan langsung perubahan tersebut.

“Sekarang jalannya enak dilewati. Lalu lintas lancar, pasti berpengaruh ke aktivitas warga dan usaha juga,” tuturnya.

Sepanjang 2025, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah menuntaskan 27 paket peningkatan jalan senilai Rp484,65 miliar.

 Bersamaan dengan itu, 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan senilai Rp315,42 miliar digelar di hampir seluruh penjuru provinsi.

“Total pembenahan jalan dan jembatan provinsi mencapai panjang 2.440,12 kilometer. Hingga triwulan keempat 2025, kondisi jalan provinsi sudah mencapai 94,01 persen mantap,” ujar Kepala DPU BMCK Jateng Hanung Triyono, Jumat, 26 Desember 2025.

Sejumlah jalur strategis turut menjadi prioritas, seperti ruas Semarang–Godong yang kerap menjadi alternatif saat Pantura Kaligawe terendam banjir,

serta Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang yang setiap hari dilintasi kendaraan menuju Mranggen–Demak.

“Paket peningkatan Semarang–Godong di wilayah Mranggen sudah selesai. Jalan Brigjen Sudiarto di dalam kota juga sudah rampung dan aman dilalui,” jelas Hanung.

Namun, bagi Pemprov Jateng, pembangunan jalan tak berhenti saat proyek dinyatakan selesai. 

Musim hujan menjadi ujian tersendiri karena dapat menurunkan daya tahan perkerasan hingga 1–2 persen. 

Untuk itu, DPU BMCK menyiagakan tim reaksi cepat di sembilan Balai Pengelolaan Jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait