Wakil Wali Kota Semarang Minta Penanganan Cepat Rob di Pelabuhan Tanjung Mas untuk Cegah Banjir Meluas
Banjir rob menggenangi kawasan pelabuhan Tanjung Mas Semarang karena tembok jebol.--Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id - Luapan air laut atau rob yang cukup tinggi membuat tembok didalam kawasan Pelabuhan Tanjung Mas SEMARANG jebol.
Jebolnya tembok tersebut membuat rob menggenangi kawasan Pelabuhan Tanjung Mas mencapai ketinggian 50 sentimeter.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin bersama Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih meninjau langsung lokasi jebolnya tembok yang membuat aktivitas di Pelabuhan Tanjung Mas terhenti.
Menurut Iswar, jebolnya tembok yang berada disebelah tanggul yang jebol tidak segera ditangani bisa keluar dari kawasan pelabuhan.
BACA JUGA:Tembok Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Jebol Diterjang Air Laut, Aktivitas Bongkar Muat Terhenti
BACA JUGA:BMKG Waspadai Rob Akhir Mei 2025, Dampak Supermoon dan Hujan Lebat Saat Pancaroba
"Rob hari ini cukup tinggi, kalau tidak segera dibenahi, maka titik nol air akan menyebabkan banjir yang agak luas. Mungkin saja bisa, banjir ini bisa keluar sampai ke luar kawasan dari pelabuhan sendiri," terangnya Jumat 23 Mei 2025 sore.
Untuk penanganan darurat, Iswar meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk segera memasang sandbag.
"Ini kawan-kawan dari DPU sudah saya minta untuk dapat segera mengirim sandbag yang sudah diisi pasir, untuk segera menutup tanggul yang jebol tersebut. Mudah-mudahan usaha ini segera kita bisa lakukan dan tidak berdampak lebih luas kepada masyarakat," tambah Iswar.
Sebelumnya, salah satu warga, Ali (66) yang berada sekitar pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menerangkan, kejadian tembok jebol akibat luapan air laut ini terjadi pukul 15.00 wib. Dan terjadi seperti banjir bandang kecil.
"Jebolnya tembok itu pada pukul 15.00 wib. Air langsung masuk seperti banjir bandang tapi kecil," terangnya.
Akibat luapan air laut ini, semua aktivitas bongkar muat di sebelah utara Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dihentikan.
"Tadi masih banyak aktivitas, kapal kayu sedang mau bongkar muat barang, setelah banjir dari luapan laut ini dihentikan semua," terang pria yang berprofesi sebagai buruh panggul dipelabuhan.
Luapan air laut ini menggenangi kawasan pelabuhan dan perkampungan warga RT 1 RW 9 dan SMP Barunawati Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
