Damkar Latih 14 SPPG Pekalongan Padamkan Api Pakai APAR dan Kain
Damkar latih pegawa SPPG Kota Pekalongan, Sabtu 17 Oktober 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono -
PEKALONGAN, diswayjateng.id – Petugas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota PEKALONGAN tidak cukup hanya memastikan makanan siap disajikan. Mereka juga dituntut mampu menangani kebakaran pada tahap awal.
Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran yang digelar bersama Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekalongan.
Ketua Panitia Pelatihan Damkar SPPG Kota Pekalongan, Muhammad Haedar Ali, menyebut kegiatan tersebut diikuti 96 orang tercatat aktif mengikuti pelatihan.
“Tujuannya untuk melatih relawan di dapur masing-masing yang belum mengikuti pelatihan Damkar,” kata Haedar, Sabtu 17 Oktober 2026.
BACA JUGA: Batik Tak Cukup Dilestarikan, Mata Perajin Pekalongan dan Penerusnya Perlu Dijaga
BACA JUGA: Polda Jateng Ungkap Penyalahgunaan LPG, Solar Subsidi, dan Tambang Ilegal, enam Orang Jadi Tersangka
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan teknik pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan metode tradisional memakai karung goni.
Kedua metode itu diperkenalkan agar petugas memiliki alternatif penanganan ketika menghadapi kebakaran awal. Terlebih, ketersediaan APAR di setiap dapur perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan luas bangunan.
Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra, menjelaskan materi pelatihan mencakup pencegahan kebakaran, teknik pemadaman konvensional, penggunaan APAR, hingga penanganan kebocoran tabung gas.
Menurutnya, peserta tidak hanya menerima materi teori. Mereka juga diwajibkan mengikuti praktik langsung sebagai bagian dari pelatihan.
BACA JUGA: Kepala MAN IC Pekalongan Berganti, Walikota Aaf Minta Prestasi Nasional Tetap Jalan
BACA JUGA: 584 Alumni Spensa Pekalongan Reuni, Hakim MK Arsul Sani Titip Pesan
“Peserta harus benar-benar praktik memadamkan api, baik secara konvensional maupun modern,” ujarnya.
Kewajiban praktik itu menjadi penting karena penanganan awal sangat menentukan ketika api muncul di area memasak. Petugas yang memahami teknik pemadaman diharapkan dapat mengambil tindakan tepat sebelum api membesar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

