Pertempuran 3 Oktober 1945, Walkot Pekalongan ke Pemuda: Berbuat, Jangan Maido Ndisik
Aksi teatrikal peringatan pertempuran 3 Oktober 1945 Kota Pekalongan-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
PEKALONGAN, diswayjateng.id – Wali Kota PEKALONGAN Ahmad Afzan Arslan Djunaid mengajak generasi muda meneladani semangat para pejuang dalam Pertempuran 3 Oktober 1945.
Menurut Afzan, perjuangan rakyat Pekalongan saat itu menunjukkan kuatnya persatuan berbagai unsur masyarakat.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen lainnya bersatu menghadapi situasi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Afzan menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 di Kota Pekalongan.
BACA JUGA: 84 Pelajar Ikuti Table Tennis Championship Piala Wakil Wali Kota Pekalongan 2026
BACA JUGA: Batik, Anak Muda, dan Aaf: Saat Identitas Pekalongan Naik Panggung PBNC 2026
Ia menilai perjuangan para pendahulu bukan hanya memperlihatkan keberanian, tetapi juga pengorbanan tanpa pamrih.
“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan beliau-beliau para pahlawan ini tanpa dikomando, tanpa dipaksa, tanpa dibayar,” kata Afzan, Sabtu malam 3 Oktober 2026.
Menurut dia, para pejuang ketika itu memiliki tekad yang sama untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Mereka menghadapi risiko besar, termasuk kehilangan nyawa dalam perjuangan tersebut.
BACA JUGA: Dari Buta Huruf hingga ABK, Program SDM Antar Walikota Pekalongan Raih Penghargaan Nasional
BACA JUGA: Wali Kota Pekalongan Aaf Dorong Generasi Muda Contoh Veteran dan Perkuat Nasionalisme
“Perjuangan pahlawan-pahlawan Kota Pekalongan pada waktu itu semuanya bersatu. Dari unsur masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya berkumpul menjadi satu,” ujarnya.
Pertempuran 3 Oktober 1945 merupakan bagian dari upaya rakyat Pekalongan mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
