Lawan Budaya Scroll, Perpustakaan Keliling Batang Bawa Buku ke CFD
Mobil Perpustakaan Keliling di Car Free Day alun alun Kabupaten Batang, Minggu 9 Agustus 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
Selain membaca, masyarakat dapat berkonsultasi dengan petugas. Dengan begitu, pengunjung tidak sekadar mengambil buku, tetapi juga dapat meminta informasi terkait layanan perpustakaan.
Buku Mendekati Pembaca
Perpustakaan keliling sebenarnya bukan layanan baru. Program tersebut memang dirancang untuk membawa akses bacaan lebih dekat kepada masyarakat.
Selain Car Free Day, mobil perpustakaan keliling juga menyambangi sekolah. Layanan dapat diberikan berdasarkan kerja sama yang sebelumnya disepakati dengan sekolah.

Seorang anak mengambil buku di Perpustakaan Keliling Kabupaten Batang, Minggu 9 Agustus 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
“Setiap tahunnya ada MoU dengan sekolah-sekolah tersebut. Nanti mengajukan dulu, bersurat ke kami,” ujar Nikmatun.
Sekolah yang ingin mendapatkan layanan perlu mengajukan permohonan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang. Setelah itu, jadwal kunjungan perpustakaan keliling dapat disesuaikan.
Mobil perpustakaan juga dapat hadir dalam berbagai event masyarakat. Namun, layanan di luar lokasi rutin tersebut tetap bergantung pada adanya permohonan.
Artinya, perpustakaan keliling bekerja dengan pola yang cukup fleksibel. Ketika masyarakat membutuhkan akses bacaan di suatu tempat, layanan dapat bergerak mendekati mereka.
Model seperti ini menjadi menarik ketika dikaitkan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Batang membangun budaya literasi.
Sebab, tantangan membangun kebiasaan membaca tidak selalu soal ketersediaan buku.
Akses juga menjadi bagian penting. Buku akan lebih mudah dibaca ketika keberadaannya hadir di ruang yang memang sudah didatangi masyarakat.
Car Free Day menjadi salah satu ruang tersebut. Warga datang untuk beraktivitas, sementara anak-anak dan keluarga mendapat pilihan kegiatan tambahan melalui mobil perpustakaan keliling.
Dari “Scroll” ke “Page”
Di tengah kebiasaan menghabiskan waktu dengan layar, membaca buku membutuhkan keputusan kecil. Seseorang harus berhenti, memilih bacaan, lalu memberikan waktu untuk mengikuti halaman demi halaman.
Perpustakaan keliling di Car Free Day menawarkan pilihan tersebut tanpa membuat masyarakat harus mengubah agenda Minggunya. Cukup datang, memilih buku, dan membaca selama berada di lokasi.
Bagi anak-anak, keberadaan buku di ruang publik juga membuat aktivitas membaca terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: