Tekan Stunting di Salatiga, Nina Dorong Intervensi Faktor Determinan Secara Terpadu

Tekan Stunting di Salatiga, Nina Dorong Intervensi Faktor Determinan Secara Terpadu

MEMIMPIN : Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Salatiga di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Kota Salatiga. Foto : Ist--

SALATIGA, diswayjateng.id -Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menegaskan pentingnya penanganan faktor determinan secara terpadu hingga tingkat kelurahan sebagai upaya tekan stunting di Salatiga.

"Karena itu, Pemerintah Kota Salatiga akan memperkuat intervensi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting," kata Nina Agustin. 

Sebelumnya, Nina memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Salatiga di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Kota Salatiga, Kamis 24 September 2026. 

Kegiatan ini juga diikuti Kepala DP3AP2KB Kota Salatiga, Suparli, Camat di empat Kecamatan di Salatiga, dan sejumlah tenaga medis. 

BACA JUGA: Kemarau Panjang, Ida Nurul Farida Gandeng PDAM Salatiga Salurkan 2 Tangki Air Bersih ke Warga Nyemoh Semarang

BACA JUGA: Jelang Puncak Acara PSHT 2026 di Madiun, Puluhan Anggota Polres Salatiga Siaga di Exit Tol Tingkir

Dia menyampaikan, berdasarkan laporan perkembangan hingga Agustus 2026, tercatat 494 kasus stunting pada anak usia 0–59 bulan atau 6,46 persen. 

"Dimana, faktor determinan yang banyak ditemukan meliputi pola makan yang tidak adekuat, paparan rokok dalam keluarga, serta weight faltering atau gagal tumbuh," ujarnya. 

Dengan begitu, lanjut Nina, penanganan stunting tidak bisa hanya dikerjakan satu dinas.

"Dibutuhkan komitmen bersama lintas sektor, mulai dari kelurahan hingga tingkat kota, terutama untuk mengintervensi pola makan anak dan edukasi bahaya rokok di dalam rumah," tegas Nina.

BACA JUGA: Nina Minta Aduan Program MBG di Salatiga Dilakukan Tindakan Secepat Mungkin

BACA JUGA: Kasus Korupsi Bank Salatiga : Darto Dituntut 4 Tahun Penjara, Septian Cahyo-Hendra 2,5 Tahun, Rafly 5 Tahun

Nina juga meminta kader posyandu dan tim di lapangan lebih proaktif melakukan deteksi dini weight faltering. Dengan demikian, intervensi gizi dapat diberikan sedini mungkin sebelum kondisi anak berkembang menjadi stunting.

Sementara, Kepala DP3AP2KB Kota Salatiga, Suparli, menambahkan bahwa pendampingan terpadu perlu diperkuat sejak calon pengantin, ibu hamil, hingga masa nifas. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait