Musim Baratan, Puluhan Nelayan Batang Dilatih Perbaiki Mesin Kapal Satu Silinder

Musim Baratan, Puluhan Nelayan Batang Dilatih Perbaiki Mesin Kapal Satu Silinder

Pelatihan perbaikan mesin kapal pada nelayan Batang oleh pemkab dan BPI, Senin 9 Februari 2026-Disway Jateng/Bakti Buwono-

“Nelayan yang bisa merawat dan memperbaiki mesin sendiri bisa menghemat biaya servis sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per tahun,” ujar Agung.

Menurutnya, efisiensi tersebut sangat berarti bagi nelayan kecil, karena dapat dialihkan untuk kebutuhan operasional melaut maupun peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 nelayan dari Dukuh Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah, serta didampingi oleh sembilan orang penyuluh perikanan.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, dengan pendekatan praktik langsung di lapangan.

Selain meningkatkan pengetahuan teknis, pelatihan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru berupa perbengkelan mesin kapal di tingkat lokal.

“Harapannya, setelah pelatihan ini, nelayan tidak hanya bisa memperbaiki mesin sendiri, tetapi juga bisa merintis usaha bengkel dan memperluas jejaring usaha perikanan tangkap,” jelas Agung.

Seluruh pembiayaan kegiatan pelatihan ini didukung oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Agung Wisnu Barata menyampaikan apresiasi kepada PT BPI dan para narasumber atas dukungan yang konsisten terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan Batang.

“Kami berharap PT BPI terus memfasilitasi pelatihan serupa bagi masyarakat pesisir Batang, karena dampaknya sangat nyata bagi kemandirian nelayan,” ujarnya.

Seorang nelayan, Sobirin, mengaku merasa terbantu dengan pelatihan tersebut.

Ia berharap pengetahuan itu bisa membantu saat ada kerusakan ketika melaut.

"Sangat terbantu, biar tahu saat mesin kapal rusak,"jelasnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda, melalui Manager Community Relations and CSR PT BPI Ahmad Lukman, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan nelayan.

Ia menyatakan bahwa peningkatan keterampilan nelayan memperbaiki mesin kapal secara mandiri akan berdampak langsung pada penurunan biaya operasional dan peningkatan produktivitas melaut.

“Kami berharap keterampilan bapak-bapak nelayan meningkat sehingga biaya perawatan mesin bisa ditekan dan usaha perikanan menjadi lebih berkelanjutan,” kata Ahmad Lukman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait