Pilkada Tidak Langsung, Ketua DPC PKB Pekalongan Beri Usul dari Pengalaman Empiris
Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi-Disway Jateng/Bakti Buwono-
Menurut Asip, wacana mengembalikan Pilkada ke DPRD adalah hasil perenungan panjang elite partai, bukan sekadar langkah mundur demokrasi.
Mencari Formula Terbaik
Asip menekankan bahwa setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diakui secara jujur.
Ia mengusulkan agar diskursus Pilkada tidak langsung Kabupaten Pekalongan difokuskan pada pencarian formula terbaik, bukan romantisme demokrasi prosedural.
Yang paling penting menurutnya adalah hadirnya figur pemimpin yang baik dan berakseptabilitas tinggi.
“Partai tidak harus memaksakan kader sendiri kalau memang tidak mumpuni,” tegasnya.
Ia mendorong partai politik membuka ruang bagi profesional, tokoh agama, maupun tokoh ekonomi yang dipercaya masyarakat.
Cara mengetahuinya sederhana, kata Asip, yakni mendengar suara publik.
“Orang baik itu yang dikatakan baik oleh banyak orang,” ujarnya.
Instrumen Kepemimpinan dan Peran Partai
Menurut Asip, baik Pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama sah secara konstitusi.
Yang lebih krusial adalah pemimpin memahami kondisi sosial budaya daerah dan prioritas pembangunan.
Ia mengingatkan bahwa daerah sudah memiliki RPJP, RPJMD, hingga RKPD sebagai panduan pembangunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
