Puncak Konfercab X GP Ansor Batang, M Tolkhah Daniel Pimpin Ansor 2026–2030
Pengurus baru GP Ansor Kabupaten Batang 2026-2030 berfoto bersama usai konfercab X di pendopo Pemkab Batang, Kamis 25 Desember 2025.-Disway Jateng/Bakti Buwono-
Fokus awal kepengurusan, kata dia, adalah konsolidasi internal. Program kerja awal akan disusun secara bertahap dan terukur.
Ia menegaskan tidak ingin tergesa-gesa tanpa fondasi organisasi yang kuat.
Ketika diminta menjelaskan program positif periode sebelumnya, Tolkhah memaparkan cukup rinci.
Menurutnya, pengkaderan tetap menjadi jantung gerakan GP Ansor.
“Pengkaderan itu ada PKD, PKL, Diklat SAR, Susbalan,” paparnya.
Selain itu, kegiatan keagamaan juga menjadi ciri khas Ansor di tingkat akar rumput. Ia menyebut Rijalul Ansor sebagai program yang hidup di masyarakat.
“Rijalul Ansor itu sholawatan, biasanya ada di setiap PAC masing-masing,” ujarnya.
Frekuensi kegiatan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Ada yang digelar sebulan sekali, dua bulan, hingga tiga bulan sekali.
Menurut Tolkhah, kegiatan tersebut memberi dampak sosial yang nyata.
“Dan itu menjadi nilai positif bagi masyarakat yang ada di kampung,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan Rijalul Ansor sering dipadukan dengan pengajian. Pengajian tersebut diisi oleh kader-kader Ansor sendiri.
Hal ini dinilai memperkuat peran Ansor sebagai penggerak dakwah kultural. Konfercab X GP Ansor Batang bukan sekadar pergantian ketua.
Ia menjadi refleksi perjalanan organisasi dan peneguhan arah masa depan. Dengan kepemimpinan baru, harapan kader pun menguat.
Soliditas, kaderisasi, dan kemandirian ekonomi menjadi kata kunci. GP Ansor Batang diharapkan semakin adaptif menghadapi dinamika daerah.
Sekaligus tetap teguh pada nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: