Luncurkan Bank Sampah, Dedy Minta Warga Kelola Bank Sampah
LAUCHING-Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari, Sekretaris Daerah Kota Tegal drg Agus Dwi S serta para penggiat bank sampah melauching bank sampah.--
TEGAL, diswayjateng.com - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono meminta agar warga mengelola sampah, melalui bank sampah yang sudah ada di setiap RW. Karena pendirian bank sampah sejatinya bukan semata persoalan ketersediaan sarana dan prasarana seperti bangunan, timbangan, karung, atau kendaraan angkut.
Faktor terpenting yang menentukan keberlanjutan bank sampah justru terletak pada kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat meresmikan Bank Sampah dan operasional Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Jalan Sumbodro, di Kelurahan Slerok, Kota Tegal, Selasa (23/12).
Acara tersebut dihadiri Komandan Lanal Tegal, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Komisi III DPRD Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, serta para penggiat bank sampah.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama. Bank sampah hanya dapat berjalan apabila masyarakat memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
BACA JUGA:Pohon Natal dari Sampah Setinggi 8 Meter Berdiri di Gereja Semarang, Libatkan 50 Kg Limbah
"Kepedulian masyarakat tercermin dari kemauan untuk terlibat aktif dan berkelanjutan, mendorong perubahan perilaku dari kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi kebiasaan memilah, menyetor, dan mengelola sampah secara rutin," ujarnya.
Usai meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kelola Rumah Tangga (TPSTKR) Kelurahan Slerok, Dedy menjelaskan bahwa TPSTKR merupakan pengembangan dari TPST yang kini dilengkapi sistem pengolahan baru. Sistem tersebut mampu mengubah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), yaitu bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari sampah anorganik bernilai kalor tinggi.
“RDF ini nantinya akan dikirim ke pabrik semen di Cilacap, tepatnya di SBI, sebagai pengganti bahan bakar batu bara. Cara ini lebih ramah lingkungan dan efektif, sehingga residu pembakaran tidak menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Dedy menambahkan, pengelolaan RDF harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan asap berlebih maupun residu yang merusak lingkungan. Dengan sistem yang tepat, sampah dapat diberdayakan menjadi energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
BACA JUGA:Bank Sampah Melingkar Tegal Rutin Pickup dan Pilah Sampah Plastik Warga
BACA JUGA:Pemkot Pekalongan Kebut Penataan Sampah Pasca Penutupan TPA Degayu
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sejumlah penghargaan kepada unit kerja, sekolah, dan kelurahan yang berprestasi dalam pengelolaan lingkungan. Untuk kategori Sekolah Adiwiyata Nasional 2025, penghargaan diraih oleh SMPN 1, SMPN 2, dan SMAN 4. Sementara Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025 diraih oleh SMPN 14 dan SMPN 15.
Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) diberikan kepada Kelurahan Kejambon sebagai peraih kategori Proklim Utama dan Kelurahan Slerok sebagai peraih kategori Proklim Madya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
