Lazisnu Kabupaten Tegal Jadi Magnet Studi Banding dari Pekalongan

Lazisnu Kabupaten Tegal Jadi Magnet Studi Banding dari Pekalongan

MENERIMA - Ketua PC Lazisnu Kabupaten Tegal H. Maskun saat menerima rombongan dari PC Lazisnu Kabupaten Pekalongan.Foto:Yeri Noveli/diswayjateng.id ‎--

SLAWI,diswayjateng.id – Nama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Tegal kian harum. Keberhasilannya membangun sistem zakat dan sedekah yang modern, transparan, serta bersinergi kuat dengan pemerintah daerah membuat PC Lazisnu Kabupaten Pekalongan datang khusus untuk studi banding dan silaturahmi.

‎Rombongan dari Kabupaten Pekalongan yang dipimpin Ketua PC Lazisnu H Mujahidin, datang bersama enam pengurus dan tiga orang tim manajemen. Mereka mengaku ingin menimba ilmu dari Lazisnu Kabupaten Tegal yang dinilai berhasil menata sistem zakat dengan pendekatan lokal yang kuat dan digitalisasi yang maju.

‎“Kami belajar di Lazisnu Kabupaten Tegal ini mulai dari sistem, aplikasi, hingga pola sinerginya dengan pemerintah daerah. Kami menilai Lazisnu Tegal ini sangat luar biasa. Masyarakatnya pun antusias menyalurkan infak dan sedekah lewat lembaga ini,” ujar H Mujahidin.

‎Menurutnya, yang membuat Lazisnu Kabupaten Tegal istimewa adalah kearifan lokalnya serta keharmonisannya dengan Pemkab Tegal. Bentuk kolaborasi itu terlihat dari proses pentasyarufan (penyaluran zakat, infak, dan sedekah) yang berjalan efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA:NU Care Lazisnu Gelar Layanan Siaga Ambulans ‎

BACA JUGA:Bupati Tegal Anjurkan ASN Berzakat lewat Baznas ‎

‎“Hubungan Lazisnu Tegal dengan Pemkab Tegal sangat harmonis. Pentasyarufan pun berjalan baik karena dukungan pemerintah daerah luar biasa. Inilah yang akan kami adopsi di Pekalongan,” lanjut Mujahidin.

‎Ia menambahkan, kondisi politik Kabupaten Tegal dan Pekalongan yang relatif serupa, sama-sama berbasis kuat Nahdlatul Ulama dan pemenang partainya PKB. Hal ini menjadi alasan penting untuk belajar langsung dari Lazisnu Tegal.

‎“Kami juga akan diaudit oleh PBNU bersama sembilan Lazisnu di Jawa Tengah, termasuk Tegal. Jadi kami ingin benar-benar siap. Target kami, Lazisnu Kabupaten Pekalongan bisa selaras dengan pemerintah daerah seperti halnya di Tegal,” ujarnya.

‎Selain belajar sistem tata kelola, tim manajemen Lazisnu Pekalongan juga fokus mendalami pengelolaan IT dan digitalisasi layanan zakat. Mereka berencana mengadopsi teknologi digital Lazisnu Tegal untuk diterapkan di kabupaten mereka.

‎Sementara itu, Ketua PC Lazisnu Kabupaten Tegal H Maskun menyampaikan, kunci keberhasilan lembaganya adalah sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, terutama dengan Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman.

‎“Contoh nyata, setiap Idul Adha, kita bisa menghimpun sapi dan kambing dalam jumlah besar. Itu tidak lepas dari kerja sama dengan Pemkab Tegal dan dukungan penuh Pak Bupati. Beliau dulu pernah jadi bendahara Lazisnu, jadi ada rasa memiliki yang kuat,” ungkap Maskun.

‎Selain program kurban, Lazisnu Tegal juga aktif mendukung program ketahanan pangan, penyaluran CSR perusahaan dan bank, hingga pengadaan mobil ambulans untuk masyarakat. Semua itu, kata Maskun, berkat jejaring dan koordinasi intens dengan pemerintah daerah.

‎“Sebenarnya Lazisnu Pekalongan juga bisa seperti itu. Karena kultur dan basis sosial politiknya sama. Kita sama-sama ingin agar zakat dan sedekah menjadi kekuatan sosial yang menyejahterakan umat,” tambahnya.

‎Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus bertukar pengalaman dan berkolaborasi, bukan hanya dalam konteks belajar, tetapi juga memperkuat peran Lazisnu di daerah masing-masing.

‎Dengan semangat “dari Tegal untuk Indonesia”, Lazisnu Kabupaten Tegal kini tak sekadar menjadi lembaga zakat, tetapi pusat inspirasi gerakan sosial berbasis kemandirian umat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: