Petani Warureja Kabupaten Tegal Krisis Air
TANAM PADI - Petani Poktan Maju Makmur di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja menanam padi serentak di lahannya.Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id--
SLAWI, diswayjateng.id – Semangat petani di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja tetap menyala meski musim kemarau membatasi ketersediaan air. Kelompok tani (Poktan) Maju Makmur menggelar tanam padi serentak di lahan seluas 50 hektare sebagai wujud komitmen menjaga produksi pangan.
Koordinator Poktan Maju Makmur Rohidin, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi petani, mulai dari serangan hama, keterbatasan irigasi, hingga sulitnya mencari buruh tani.
“Kami harus berbagi aliran irigasi dengan wilayah lain. Oktober nanti malah ada masa pengeringan selama setengah bulan. Selain itu, bendung yang rusak sejak 2019 membuat 30 hektare sawah di timur Kedungjati makin sulit dialiri,” ujarnya.
Tak hanya soal air, Rohidin juga mengaku kerepotan mencari tenaga kerja. “Kami bahkan harus mendatangkan buruh tani dari Pemalang untuk menanam padi di sini. Karena itu, kami berharap pemerintah bisa membantu mesin tanam sederhana buatan lokal agar bisa jadi alternatif,” pintanya.
BACA JUGA:Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Bank Mandiri Wirausahakan Petani Kebumen
BACA JUGA:Harga Jahe Murah, Petani Tunda Panen
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas optimisme petani. “Inisiatif Poktan Maju Makmur ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Semoga jadi inspirasi bagi petani desa lain,” ujarnya.
Terkait keluhan petani, Ischak menegaskan Pemkab Tegal siap menindaklanjuti. “PPL akan survei lebih dulu untuk memastikan kepemilikan aset irigasi, apakah milik pemkab atau provinsi. Kalau milik Pemkab Tegal, kami minta poktan ajukan proposal. Kalau milik Pemprov, kami akan usulkan langsung ke provinsi,” tegasnya.
Meski dibayangi keterbatasan, semangat petani Warureja membuktikan tekad mereka tidak surut. Dengan dukungan pemerintah, diharapkan masalah irigasi dan peralatan bisa segera teratasi sehingga produksi pertanian tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

