Ratusan Pelajar Kabupaten Tegal Ikuti Festival Permainan Tradisional ‎

Ratusan Pelajar Kabupaten Tegal Ikuti Festival Permainan Tradisional  ‎

BUKA - Ketua Dewan Kebudayaan membuka perhelatan festival permainan tradisional.Foto: Hermas Purwadi/diswayjateng.id ‎--

SLAWI, diswayjateng.id - Sebanyak 620 siswa darti tingkat SD hingga SMA mengikuti festival permainan tradisional yang digelar di halaman Pemkab Tegal, Rabu (27/8/2025).

Mereka tergabung dalam 80 tim dengan mata lomba egrang untuk jenjang SD dan SMP serta gopak sodor untuk jenjang SMA.

‎Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melalui Pelaksana Harian Sekda  Muhammad  Faried Wajdy membuka kegiatan tersebut dan membacakan amanat bupati Tegal.

"Rasanya kita seperti kembali ke masa kecil, di mana kita berlarian di halaman, tertawa bersama teman teman dan bermain tanpa harus mengisi baterai atau kuota internet," ujarnya.

BACA JUGA:10 Permainan Tradisional Jawa Tengah yang Menemani Masa Kecil

BACA JUGA:6 Permainan Tradisional Jawa Tengah yang Hampir Punah

‎Semua bisa melihat perbedaan cara anak-anak bermain dibandingkan jaman dahulu. Generasi milenial dan generasi sekarang,  bahkan anak-anak yang masih SD lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gawai untuk menonton video, bermain game online, atau bersosial media.

Memang, teknologi membawa banyak manfaat, tapi kalau penggunaannya berlebihan, ada dampak yang perlu kita waspadai. "Menatap layar gawai terlalu lama bisa membuat mata cepat lelah, kering, bahkan menyebabkan gangguan penglihatan pada usia muda," cetusnya.

‎Sementara itu, permainan tradisional seperti gopak sodor, egrang, engklek, benthik, atau dakon bukan hanya membuat badan menjadi sehat. Tapi juga mengajarkan pada nilai kebersamaan, saling percaya, dan sportivitas, dan berpikir cepat.

Sedangkan bermain gawai, apalagi yang sifatnya pasif seperti hanya menonton, seringkali membuat kreativitas dan imajinasi menjadi kurang terasah.

BACA JUGA:Mengenal 8 Permainan Tradisional dari Jawa Tengah

BACA JUGA:Bernostalgia dengan 4 Permainan Tradisional Unik di Jawa Tengah yang Hampir Punah

‎Terpisah, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal Ki Firman Haryo Susilo menyatakan, pihaknya  mendorong festival permainan tradisional ini bisa digelar setiap  tahun.

Harapannya, Pemkab Tegal memalui OPD terkait seperti Dinas Dikbud dan Dinas Porapar bisa mendukung kegiatan ini di tahun-tahun berikutnya. "Karena permainan tradisional masuk dalam salah satu objek kemajuan kebudayaan,  tapi aktivitasnya olahraga. "Makanya dua dinas itu beririsan bisa bekerja sama untuk  menyelenggarakan permainan tradisional ini," tegasnya.

‎Haryo juga menyatakan bahwa di KONI juga sudah ada  Kormi  yang merupakan  induk cabang  olahraga masyarakat. Pihaknya berharap Kormi juga bisa ikut mengadvokasi terselenggaranya lomba permainan tradisional secara terus menerus. "Bisa menemani perkembangan anak, dan kebuudayaan bisa  mengatasi permasalahan kenakalanl remaja.

Dimana energi anak bisa tersalurkan melalui permain anak anak gobak sodor dan egrang," pungkasnya. Festival dibalut dengan pola  kompetisi sistem gugur dan disediakan trofi serta uang pembinaan toal sebesar Rp12 juta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: