Ratusan Warga Kudus Serbu Kota Perantauan Menumpang Bus Gratis
Ratusan warga Kudus yang merantau diberangkatkan gratis ke Jakarta dari halaman Pendopo Kudus. --
KUDUS, diswayjateng.com- Meskipun Kabupaten KUDUS dikenal banyak industri dan menyerap tenaga kerja, namun ada juga sebagian warga setempat yang memilih merantau di Jakarta dan daerah sekitarnya.
Usai berlebaran di kampung halaman, ratusan warga Kudus yang merantau di berbagai daerah pun harus kembali beraktifitas. Mereka difasilitasi Pemkab Kudus dengan bus gratis dalam program balik rantau tahun 2026.
Tercatat, sebanyak 300 peserta menggunakan enam armada bus ke Jakarta. Pelepasan dilakukan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di halaman Pendapa Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini untuk memberikan kemudahan transportasi bagi para perantau asal Kudus yang hendak kembali ke tempat kerja, usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Selain itu, program ini juga merupakan bentuk kepedulian bersama antara Pemkab Kudus dan berbagai pihak.
Program bus mudik gratis ini dukungan dari perusahaan dan lembaga yang ada di Kudus. Diantaranya PT Djarum, PT Nojorono Tobacco International, PT Pura Barutama, PT Sukun Wartono Indonesia, serta Baznas dan FKMK.
“Kami berterima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin. Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para perantau, dan perjalanan mereka berjalan lancar hingga sampai tujuan,” ujar Bupat Kudus, Samani Intakoris.
Samani juga berpesan kepada seluruh peserta, agar menjaga sikap dan membawa nama baik Kudus selama berada di perantauan.
“Dimanapun berada, tetap jaga nama baik Kudus. Semoga sukses dalam bekerja dan segala ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil terbaik,” pesan Samani pada Senin (30/3/2026). 
Bupati Samani melepas keberangkatan warga Kudus yang merantau di luar daerah--
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Mundir, menjelaskan, seluruh persiapan telah dilakukan secara matang demi menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para peserta.
"Sebanyak enam bus telah kami siapkan untuk mengangkut 300 peserta. Kami memastikan kondisi armada layak jalan, serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar perjalanan berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Salah satu peserta, Akmal Hadi, mengaku bersyukur mengikuti program tersebut. Perantau asal Desa Bae itu menilai fasilitas yang diberikan sangat membantu, terutama dalam menghemat biaya perjalanan kembali ke tempat kerja.
"Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga perjalanan kami diberi kelancaran dan ke depan program ini bisa menjangkau lebih banyak peserta,” ungkapnya.
Melalui program balik rantau ini, diharapkan para perantau dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman, sekaligus terus membawa semangat positif untuk mendukung pembangunan daerah asalnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


