Ambisi Besar Hadirkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Kudus Serius Garap eks Stasiun KA

Ambisi Besar Hadirkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Kudus Serius Garap eks Stasiun KA

Pemkab Kudus berencana gunakan lahan eks Stasiun KA sebagai sentra UMKM. -arief pramono/diswayjateng.id-

KUDUS, diswayjateng.id – Pemkab Kudus mulai mematangkan rencana penggunaan lahan eks Stasiun Kereta Api Wergu Wetan Kudus menjadi sentra UMKM dan pusat kuliner khas Kota Kretek. 

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Kudus, dikerahkan melalukan pengecekan dan pengukuran lahan di kawasan eks stasiun yang telah puluhan tahun mangkrak.

OPD yang terlibat dalam survey di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu, yakni dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus.

“Pengukuran lahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan kerja sama sewa lahan dengan pihak PT KAI sebagai pemilik asset,” ujar Kepala DPPKAD Kudus, Djati Solecha pada Rabu (28/5/2025).

Djati menyebut, lahan yang bakal dimanfaatkan Pemkab Kudus merupakan bagian dari kawasan eks stasiun yang sudah tidak digunakan untuk operasional kereta api.

“Pengukuran ini untuk mengetahui pasti luasan lahan yang akan disewa oleh Pemkab Kudus untuk pengembangan sentra UMKM,” tukas Djati.

Djati memaparkan, lahan yang diukur mencakup sekitar 6.648,75 meter persegi. Lokasinya berada di sisi selatan eks stasiun. Rencananya, lahan tersebut disewa Pemkab Kudus dengan tarif sewa Rp94.607 per meter persegi per tahun. 

“Itu tarif yang saat ini berlaku sesuai hitungan dari PT KAI. Kami sedang menyusun rencana kerja sama secara teknis dan administratif,” tambah Djati.

Rencana pengalihan fungsi eks Stasiun Kudus menjadi sentra UMKM gagasan Bupati Kudus, sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. 

Kawasan yang berada di ruas Jalan KH Agus Salim Kota Kudus ini, dinilai strategis karena memiliki akses yang mudah dan berada di pusat kota.

“Yang pasti, kawasan ini segera kami revitalisasi secara menyeluruh agar representatif dan nyaman bagi pelaku usaha dan pengunjung,” kata salah satu staf dari Dinas Perdagangan.

Tidak hanya itu, Pemkab Kudus juga mempertimbangkan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Yakni lahan parkir, kios UMKM, ruang terbuka, dan akses transportasi umum. 

Djati mengharapkan kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga Kudus. Proses yang kini sedang berjalan, masih tahap awal dari keseluruhan rencana yang lebih besar. 

“Setelah pengukuran ini, kami akan melanjutkan dengan penyusunan rencana teknis dan koordinasi lanjutan bersama PT KAI dan OPD terkait.” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait