Refleksi Sewindu Berdirinya Qudsiyyah Kudus, Gelorakan Komitmen Cetak Ulama Putri Jaga NKRI
Mengusung tema ‘Merawat Taji Ulama Putri untuk Kokohnya Negeri’, kegiatan ini menjadi momentum spesial yang dirayakan lembaga pendidikan madrasah wanita. -arief pramono/diswayjateng.id-
KUDUS, diswayjateng.id- Refeksi peringatan delapan tahun berdirinya Qudsiyyah Putri di Kabupaten Kudus, diharapkan memperkuat komitmen lembaga pendidikan dalam mencetak ulama perempuan yang berperan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengusung tema ‘Merawat Taji Ulama Putri untuk Kokohnya Negeri’, kegiatan ini menjadi momentum spesial yang dirayakan lembaga pendidikan madrasah khusus wanita dengan beragam acara meriah.
“Peringatan ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan Qudsiyyah Putri sejak didirikan pada 2016,” ujar Noor Aflah selaku Ketua Panitia Sewindu Qudsiyyah Putri.
Menurut Noor Aflah, kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi ajang tahadduts binnikmah atas nikmat kelancaran mengelola pendidikan berbasis salaf untuk santriwati. “Serta menunjukkan eksistensi dan prestasi lembaga kepada masyarakat,” terang Noor Aflah, Sabtu 30 November 2024.
Untuk diketahui, rangkaian peringatan sewindu Qudsiyyah Putri dimulai dengan Doa Rasul dan Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jalilani pada Kamis 28 November 2024. Agenda itu bertempat di halaman Qudsiyyah Putri Desa Singocandi Kudus.
Acara tersebut menjadi pembuka sekaligus soft launching rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama beberapa bulan. Kemudian pada Jumat 29 November 2024, digelar ziarah muassis ke makam pendiri Qudsiyyah, alm. KH. M. Sya’roni Ahmadi dan alm. KH. EM Nadjib Hassan.
Kegiatan ziarah itu melibatkan 800 santriwati. yang berjalan kaki dari Qudsiyyah Putri ke lokasi makam di Pagongan dan Sedio Luhur. Selain itu, Qudsiyyah Putri juga menggelar khataman santri dan alumni di makam KHR Asnawi yang berada di komplek makam Sunan Kudus.
Para santri membaca Al-Qur’an bin-nadhor hingga khatam, dengan ribuan peserta dari santri hingga alumni yang turut hadir. Sedangkan puncak acara diisi halaqoh turots dan Seminar KHR Asnawi.
Kegiatan untuk membedah karya-karya ulama besar asal Kota Kudus ini, diselenggarakan pada Rabu 25 November 2024 di Majlis Gusjigang, Kudus. Narasumber utama adalah Ginanjar Sya’ban dari PBNU, yang akan menggali keilmuan mendalam dari karya KHR Asnawi.
Rangkaian peringatan juga dimeriahkan dengan Roadshow IKAQ Wilayah. Kegiatan akan dimulai dari Soloraya pada 7 Desember 2024 dan berlanjut ke berbagai daerah hingga Maret 2025.
Noor Aflah menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan promosi pendidikan Qudsiyyah Putri, sekaligus memupuk kebanggaan para alumni terhadap almamaternya. Selain itu, bertujuan menyiapkan kader ulama perempuan secara terlembaga dan sistematis.
“Kami ingin santriwati Qudsiyyah Putri mampu berkontribusi di berbagai sektor, baik dalam dakwah, pendidikan, maupun bidang-bidang strategis lainnya untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.
Dengan peringatan sewindu ini, Qudsiyyah Putri menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun generasi ulama perempuan yang berkualitas, berkarakter, dan siap menjaga keutuhan NKRI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
