Ribuan Benih Ikan Ditebar di Kalipancur, 23 Desa Batang Ikut Program Budidaya Tematik

Kamis 05-11-2026,09:10 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Persoalan lainnya adalah kepastian pasar. Tuti mengatakan pemasaran hasil budidaya masih didominasi pasar lokal, meskipun sebagian produk telah dipasarkan ke luar Batang.

Sebagian hasil panen juga terserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Batang. Namun, ia menyebut pemasaran ekspor untuk komoditas budidaya air tawar belum terjangkau secara langsung.

Tuti berharap hubungan antara pembudidaya dan pembeli semakin kuat agar produksi memiliki pasar yang jelas.

“Jangan sampai produksi tapi enggak ada yang beli, eman-eman,” ujarnya.

Sebagian pembudidaya, lanjut dia, mulai memanfaatkan WhatsApp untuk menawarkan hasil panen. Cara tersebut dapat mempertemukan pembudidaya dengan calon pembeli, termasuk pedagang yang sudah menjadi mitra.

Kepastian pemasaran menjadi penting agar peningkatan produksi tidak justru menambah beban pembudidaya. Terlebih, biaya pakan yang tinggi membuat usaha membutuhkan perhitungan modal yang cermat.

Potensi Wisata Embung Desa

Selain mendorong budidaya melalui kolam, Budhi melihat embung desa sebagai aset yang dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Ia mencontohkan peluang pengembangan wisata pancing di Kalipancur. Masyarakat dapat mengelola kegiatan pemancingan bersama usaha pendukung, seperti penjualan makanan dan layanan parkir.

“Intinya kolaborasi ya, sinergi, berarti wisata desa,” kata Budhi.

Menurut dia, pengembangan tersebut dapat menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat sekaligus membantu biaya operasional pengelolaan embung.

Namun, potensi itu membutuhkan perencanaan, pengelola yang jelas, serta pemeliharaan populasi ikan. DKP juga memberikan pendampingan melalui penyuluh perikanan, meskipun keterbatasan jumlah penyuluh membuat monitoring dilakukan secara berkala.

Penebaran benih di Kalipancur menjadi contoh pemanfaatan sumber daya desa untuk mendukung kegiatan perikanan. Sementara itu, pengajuan program budidaya tematik oleh 23 desa membuka peluang pengembangan yang lebih luas.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan dan sarana yang tersedia menghasilkan kegiatan produktif. Peningkatan produksi, pengendalian biaya, kepastian pasar, dan pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar perikanan budidaya benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batang.

Kategori :