KENDAL, diswayjateng.id – Pertumbuhan industri di Kabupaten Kendal mulai membuka pilihan pekerjaan bagi masyarakat tanpa harus merantau ke luar negeri.
Kehadiran Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi salah satu faktor yang dinilai memengaruhi perubahan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Meski demikian, Kendal masih menempati peringkat ketiga daerah pengirim PMI terbanyak di Jawa Tengah.
Data pengiriman PMI periode Januari-September 2026 mencatat sebanyak 5.943 warga Kendal bekerja ke luar negeri.
BACA JUGA: Terima Beasiswa BPI 2026, Tiga Anak Muda Batang Kuliah Gratis di Undip hingga Unnes
BACA JUGA: Geger Jenazah Lansia di Sungai Langenharjo Kendal, Berawal dari Teriakan Anak SD
Jumlah tersebut berada di bawah Cilacap yang mengirimkan 12.246 PMI dan Brebes sebanyak 6.037 orang.
Sementara itu, Banyumas menempati posisi keempat dengan 4.325 PMI, disusul Pati sebanyak 3.763 orang.
Fitroh Anggoro dari BP3MI Jawa Tengah yang bertugas di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal mengatakan, perkembangan industri turut memengaruhi pilihan pekerjaan masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya perusahaan yang beroperasi di KIK memberikan alternatif pekerjaan bagi warga lokal.
BACA JUGA: Bullying Bukan Candaan, Kapolres Kendal Ingatkan Siswa MTsN 1 Brangsong
BACA JUGA: Damai, SPPG Tlahap Akhirnya Sepakat Beli Telur dari Peternak Kendal
Dengan begitu, masyarakat memiliki kesempatan memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan daerah untuk mencari pekerjaan.
"Adanya KIK menjadi salah satu faktor. Dengan semakin berkembangnya industri di Kendal, masyarakat memiliki peluang untuk bekerja di daerah sendiri. Jadi, tidak semuanya harus mencari pekerjaan sampai ke luar negeri," jelas Fitroh.
Dia mengungkapkan, jumlah warga Kendal yang bekerja ke luar negeri sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 6.500 orang.