Perdana ke MPP Batang Saksikan Pelayanan Imigrasi, Ini Komentar Bupati Faiz

Selasa 03-11-2026,17:15 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

Faiz optimistis layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Dia mengaku ingin melihat terlebih dahulu perkembangan jumlah pemohon setelah operasional berjalan penuh.

Dia kemudian mencontohkan pengalaman pembukaan kembali Stasiun Batang. Menurutnya, tingkat keterisian layanan stasiun meningkat hampir 100 persen setelah kembali beroperasi.

"Seperti kemarin waktu kita membuka stasiun kereta api, awalnya banyak yang pesimis bagaimana nanti okupansinya. Ternyata setelah dibuka, meningkat hampir 100 persen pelayanan di Stasiun Batang. Jadi, nanti kita ukur setelah ini sudah beroperasi," jelasnya.

Di sisi lain, Faiz memandang MPP sebagai wajah pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, fasilitas fisik bukan satu-satunya ukuran kualitas pelayanan.

Dia menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menentukan pengalaman masyarakat ketika mengurus berbagai keperluan administrasi.

Petugas dituntut memberikan pelayanan profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi juga perlu ditingkatkan untuk mendukung kecepatan dan efisiensi pelayanan.

Selain itu, kondisi infrastruktur dan kebersihan lingkungan menjadi perhatian pemerintah daerah. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk menciptakan kenyamanan masyarakat.

"Ya, tentu saja ke depan banyak hal yang perlu dibenahi, baik dari sisi infrastruktur dan lain sebagainya. Tetapi saya melihat ini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa MPP yang lain," ungkapnya.

Faiz menegaskan, penyesuaian tetap diperlukan meskipun kondisi MPP Batang dinilai cukup baik. Pembenahan harus mencakup sistem pelayanan, SDM, teknologi, infrastruktur, hingga kebersihan.

"Namun, tentu saja perlu ada adjustment atau penyesuaian, baik dari sisi konteks pelayanan, SDM-nya, teknologi yang digunakan, hingga infrastruktur dan kebersihan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah Haryono Agus Setiawan mengatakan, Beranda Imigrasi mendekatkan akses pelayanan keimigrasian.

Menurutnya, masyarakat Batang dan sekitarnya kini memiliki alternatif pengurusan paspor tanpa harus datang langsung ke Pemalang.

"Melalui konsolidasi ini, masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya benar-benar bisa memperoleh kemudahan dalam mengakses pelayanan keimigrasian, khusus pengurusan paspor tanpa harus menempuh perjalanan ke kantor imigrasi satu atau dua jam ke Pemalang," terangnya.

Haryono menjelaskan, Beranda Imigrasi merupakan penjenamaan baru Ditjen Imigrasi. Nama tersebut digunakan untuk unit pelayanan paspor yang berada di luar kantor induk.

Penjenamaan itu membawa filosofi pelayanan yang ramah, terbuka, profesional, dan bersahabat. Namun, seluruh proses tetap mengedepankan ketertiban administrasi serta integritas pelayanan publik.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti prosedur pendaftaran resmi. Pemohon paspor tetap diwajibkan menggunakan aplikasi M-Paspor.

Kategori :