SLAWI, diswayjateng.id – Hujan lebat yang disertai angin kencang dan hujan es menerjang wilayah Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Terjangan angin puting beliung mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Hasil asesmen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal pada Jumat (30/10/2026) mencatat, sedikitnya 88 rumah di Desa Soka Sari dan Desa Sumbaga terdampak bencana tersebut. Kerusakan bervariasi, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto menuturkan, bencana bermula ketika hujan lebat mengguyur Desa Bumijawa dan sekitarnya. Kondisi cuaca semakin ekstrem lantaran hujan disertai angin kencang hingga hujan es.
Terjangan angin membuat sejumlah bagian atap rumah warga rusak. Material atap berbahan asbes dan seng lapis menjadi bagian yang paling banyak terdampak.
BACA JUGA:Hujan Deras Picu 15 Bencana di Kebumen, Kerugian Ditaksir Tembus Rp409 Juta
BACA JUGA:Diduga ODGJ, Anak Kandung Hantam Kepala Mbah Subar dengan Batu Bata Hingga Tewas di Boyolali
"Akibat hujan lebat disertai angin kencang tersebut, sebagian atap rumah warga mengalami kerusakan," tuturnya.
Berdasarkan hasil pendataan di Desa Soka Sari, terdapat 28 rumah yang mengalami kerusakan. Rinciannya, 10 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak ringan.
Sementara di Desa Sumbaga, jumlah rumah terdampak mencapai 60 unit. Dari jumlah tersebut, tiga rumah masuk kategori rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan 51 rumah rusak ringan.
Meski terjangan angin cukup merusak permukiman warga, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak ada pula warga yang dilaporkan harus mengungsi akibat bencana tersebut.
BACA JUGA:Pemangkasan Kuota Pendakian Berlaku di Lima Jalur Pendakian Gunung Merbabu
BACA JUGA:Tuding Ada 'Kongkalikong' di Lembaga Hukum, AMPB Soroti Kasus Penyiraman Hakim PN Pati
Sunarto menyatakan, laporan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Bumijawa PMI Kabupaten Tegal merupakan salah satu dasar pendataan dampak bencana di lapangan.
"Kami akan terus memantau, karena jumlah itu masih juga bisa bertambah," tukasnya.