Tengkorak Homo Erectus hingga Gigantopithecus Dipamerkan, Museum Semedo Gelar ‘Wanara Seba 2026’
WANARA SEBA - Museum Semedo Kabupaten Tegal menggelar pameran Wanara Seba mulai 1 hingga 29 November 2026.--
SLAWI, diswayjateng.id — Ada kabar menarik bagi pecinta sejarah dan purbakala. Museum Semedo di Kabupaten Tegal kembali memanjakan pengunjung lewat pameran temporer bertajuk MetamorFosil: Rupa Semedo dalam Tiga Persona.
Digelar mulai 1 hingga 29 November 2026, pameran istimewa ini merupakan bagian dari rangkaian Wanara Seba 2026—program publik yang mengangkat warisan prasejarah melalui ekspresi seni, karya kreatif, dan keterlibatan langsung masyarakat.
Pamerkan Fosil Langka Asli
Dalam pameran kali ini, Museum Semedo menampilkan empat fosil unggulan asli yang dijamin bikin takjub. Salah satunya adalah tengkorak Homo erectus serta tiga rahang bawah beserta gigi-geligi Gigantopithecus.
Temuan Gigantopithecus di Semedo sendiri tercatat sebagai satu-satunya temuan fosil jenis tersebut di Indonesia, menjadikannya magnet tersendiri bagi para peneliti maupun wisatawan.
BACA JUGA:Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Guru SMPN 3 Talang Terapkan Disiplin Positif Lewat IHT
BACA JUGA:Serunya Damkar Masuk Sekolah: Siswa SDN Kejambon 4 Tegal Antusias Belajar Jinakkan Api Sejak Dini
Pegawai BLU Museum dan Cagar Budaya, Indah Nurafani Syarqiyah, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai jendela untuk melihat bagaimana pengetahuan lokal, penelitian ilmiah, dan kesadaran masyarakat saling merajut dalam merawat warisan alam.
"Kami berharap pameran MetamorFosil ini menjadi sarana untuk memahami bagaimana sejarah dan pengetahuan lokal bertaut dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya ini hingga masa mendatang," ujarnya.
Dikemas Lewat Tiga Persona Menarik
Perjalanan panjang sejarah Semedo dirangkum secara apik melalui tiga konsep persona:
-
Persona Suluh: Mengangkat peran masyarakat lokal sebagai penjaga awal warisan prasejarah. Jauh sebelum diteliti secara ilmiah, fosil telah hidup dalam cerita, mitos, dan ingatan warga—termasuk kisah legendaris Pasar Pilang Kerep serta kiprah para perintis lokal penemu fosil seperti Dakri, Duman, Sunardi, dan Ansori (Ki Watu Balung).
-
Persona Cahaya: Menampilkan perjalanan Semedo saat mulai tersorot dunia ilmu pengetahuan melalui ekskavasi dan penelitian periode 2013–2022, lengkap dengan dokumen arsip serta segmen Mereka yang Tak Lekang tempat fosil-fosil langka dipamerkan.
-
Persona Nyala: Berfokus pada masa depan dengan melibatkan anak-anak dan generasi muda sebagai penerus estafet pelestarian sejarah, diiringi pameran artefak tulang, fosil tumbuhan, dan vertebrata lainnya.
BACA JUGA:Jaga Warisan Leluhur, Warga Desa Cempaka Tegal Rutin Gelar Ritual Sakral di Mata Air Keramat
Beragam Agenda Seru Selama Sebulan Penuh
Tidak sekadar melihat koleksi purba di balik etalase, pengunjung Wanara Seba 2026 juga bisa menikmati berbagai kegiatan interaktif, di antaranya:
-
Gelar Kreasi Budaya Semedo: Pembukaan meriah berupa pementasan teaterikal dan peluncuran IHA Shop Museum Semedo sebagai etalase produk kreatif lokal.
-
Workshop Kreatif: Mulai dari workshop ecoprint, mencanting (8 November), hingga cukil (15 November).
-
Misi Jelajah: Tantangan berhadiah suvenir menarik bagi pengunjung yang berhasil menyelesaikan misi di berbagai titik museum.
-
SEMEDOLAN (28–29 November 2026): Program wisata jelajah Kampung Budaya Desa Semedo (Short Trip dan Long Trip) untuk menyusuri langsung lokasi-lokasi penemuan fosil purba.
Pameran MetamorFosil ini terbuka untuk umum secara gratis setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00–15.30 WIB (sesuai jam operasional museum).
Selain Homo erectus, Museum Semedo juga menyimpan segudang fosil fauna purba megah lainnya, mulai dari gajah purba Stegodon, Sinomastodon, Elephas, hingga kuda nil purba (Hexaprotodon). Tertarik menghabiskan akhir pekan sambil wisata edukasi sejarah? Museum Semedo bisa jadi destinasi liburan yang pas!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

