Kenduri Batik 2026 Batang: Bukan Soal Ndarboy Genk Tapi Nasib Perajin

Minggu 18-10-2026,13:36 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

BATANG, diswayjateng.id – Batik Batang mendapat panggung baru melalui Kenduri Batik 2026 di Hutan Pinus Si Kembang, Kecamatan Blado, Sabtu sore 17 Oktober 2026.

Namun, kebangkitan batik daerah ini tidak cukup diukur dari meriahnya panggung dan ramainya pengunjung.

Ketua Dekranasda Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, mengungkapkan batik Batang pernah berada dalam kondisi hampir punah.

Kini, munculnya anak-anak muda yang memiliki dan mengenakan batik menjadi harapan bagi keberlanjutan warisan budaya tersebut.

BACA JUGA: Weekend di Batang: Ada Kenduri Batik, Jajanan Jadul, dan Konser Ndarboy Genk!

BACA JUGA: 604 Guru RA di Batang Terima Rp600 Ribu Setahun, IGRA Berharap Tunjangan Naik

“Batik Batang sendiri bahkan sudah sempat hampir punah. Tapi ternyata anak-anak muda itu punya batik, mau pakai batik,” ujar Faelasufa.

Ia berharap meningkatnya kecintaan generasi muda terhadap batik turut memperbaiki kesejahteraan para pembuatnya.

Menurutnya, perajin merupakan penjaga budaya Batang yang layak memperoleh penghidupan lebih baik melalui keterampilan membatik.

“Semoga pembuat-pembuat batik di Batang ini kesejahteraannya bisa semakin meningkat,” katanya.

BACA JUGA: Masuk KEK Industropolis Batang, Kades Sawangan Minta Lahan Desanya jadi Kuning dan Merah

BACA JUGA: Kabel Internet Semrawut di Batang, Ketua Komisi II DPRD Minta Pemerintah Berani Putus Jaringan Bermasalah

Pernyataan tersebut menempatkan kesejahteraan perajin sebagai salah satu pekerjaan penting di balik kampanye mencintai batik.

Sebab, keberlanjutan budaya tidak hanya bergantung pada motif yang diwariskan, tetapi juga pada kehidupan orang-orang yang membuatnya.

Kenduri Batik 2026 merupakan gelaran perdana yang diinisiasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang.

Kategori :