SLAWI, diswayjateng.id – Krisis air bersih kian mencekik warga Desa Karangmalang, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal. Sumur-sumur di rumah warga mengering, sementara kebutuhan air untuk memasak, minum, mandi, hingga mencuci tak bisa ditunda.
Di tengah kondisi yang kian memprihatinkan, warga berharap pemerintah segera turun tangan menghadirkan solusi agar mereka tidak terus bergantung pada bantuan air bersih.
Bagi sebagian warga, mendapatkan air bersih kini bukan lagi perkara memutar keran atau menimba sumur sendiri. Mereka harus merogoh kocek untuk membeli air isi ulang atau air galon demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara warga yang tak memiliki uang terpaksa menunggu bantuan air bersih datang. Kondisi tersebut dirasakan langsung Nardi, salah seorang warga Desa Karangmalang. Ia mengaku sumur di rumahnya sudah mengering. Kondisi serupa, menurut dia, juga dialami warga lainnya di desa tersebut.
BACA JUGA:Dewan Pendidikan Kota Tegal Tekankan Integritas Kepala Sekolah, Kunci Membangun Mutu Pendidikan
BACA JUGA:Hutan Pinus Guci Tegal Membara, Asap Hitam Selimuti Permukiman Warga
“Sumur di rumah saya sudah kering. Warga lain juga mengalami hal yang sama. Kami kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi sekarang musim kemarau,” keluh Nardi, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, kesulitan air bersih membuat warga harus mencari cara agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Membeli air menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki uang. Namun, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, pilihan itu tidak selalu memungkinkan.
“Kalau punya uang, kami bisa membeli air galon. Tetapi kalau tidak punya uang, ya terpaksa menunggu bantuan air bersih,” ucapnya sedih.
Nardi berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih yang sifatnya sementara. Ia meminta adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang terus membebani masyarakat, terutama ketika sumber air di lingkungan permukiman mulai mengering.
BACA JUGA:Barongan Blora Bidik Pengakuan UNESCO, Gandeng Reog Ponorogo Lewat Jalur Ekstensi
BACA JUGA:Petisi Kegiatan PKK Semarang Tembus 2.937 Tanda Tangan, DPRD Buka Peluang Evaluasi
Warga membutuhkan penanganan yang berkelanjutan agar akses terhadap air bersih tidak selalu bergantung pada kedatangan bantuan. Ketersediaan sumber air alternatif, distribusi air secara berkala, hingga solusi jangka panjang dinilai penting untuk menjawab persoalan tersebut.
Di tengah kesulitan itu, kepedulian sejumlah pihak menjadi penopang bagi warga. Paser Mania Tegal (PMT) bersama Kharisma Family dari Warteg Kharisma Bahari Group menyalurkan bantuan sebanyak 10 tangki air bersih untuk masyarakat Desa Karangmalang.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap dalam empat trip, mulai Jumat (16/10) hingga Selasa (20/10). Pada Jumat dan Sabtu, masing-masing dua tangki dijadwalkan dikirimkan. Selanjutnya, tiga tangki disalurkan pada Senin dan tiga tangki pada Selasa, sehingga total bantuan mencapai 10 tangki air bersih.