Hutan Pinus Guci Tegal Membara, Asap Hitam Selimuti Permukiman Warga

Hutan Pinus Guci Tegal Membara, Asap Hitam Selimuti Permukiman Warga

KEBAKARAN - Petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan pinus Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Kamis (15/10/2026) pagi.--

SLAWI, diswayjateng.id – Kawasan wisata dan konservasi alam kembali diuji. Hutan pinus di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, mendadak membara pada Kamis (15/10/2026) dini hari. Kobaran api yang melahap pepohonan pinus sempat memicu kepanikan setelah kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi hingga menyelimuti permukiman warga setempat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden menegangkan ini. Respons sigap dari korps pemadam kebakaran berhasil mencegah si jago merah merembet lebih luas.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Tegal, Nawawi, mewakili Kepala Satpol PP Agus Sukoco, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan darurat melalui Call Center 112 pada pukul 04.55 WIB.

Tanpa buang waktu, regu dari Pos Damkar Bojong langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan menerjunkan satu armada pemadam kebakaran.

BACA JUGA:Barongan Blora Bidik Pengakuan UNESCO, Gandeng Reog Ponorogo Lewat Jalur Ekstensi

BACA JUGA:Petisi Evaluasi PKK Semarang Tembus 2.937 Tanda Tangan, Ini 7 Tuntutan Warga

"Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 05.10 WIB dan langsung bergerak cepat melokalisir api agar tidak merembet ke area yang lebih luas," ujar Nawawi, Kamis (15/10/2026).

Sesampainya di titik lokasi, petugas berjibaku melawan kobaran api di medan yang cukup menantang. Setelah api utama berhasil dijinakkan, tim melanjutkan dengan proses pendinginan (overhaul) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Tepat pukul 07.55 WIB, atau sekitar tiga jam sejak laporan pertama diterima, api dinyatakan padam sepenuhnya.

Warga Diminta Waspada

Meski situasi kini sudah terkendali, penyebab pasti di balik insiden kebakaran ini masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan. Kendati demikian, Nawawi menduga kuat peristiwa ini dipicu oleh kelalaian manusia.

BACA JUGA:Tarung Derajat Semarang Siapkan 16 Atlet, Seni Gerak Jadi Andalan di Porprov 2026

BACA JUGA:Kampung Garam Tlogopragoto Kebumen Produksi Garam hingga 6 Ton, Kemarau Bikin Panen Lebih Cepat

Ia menyoroti potensi bahaya dari aktivitas sederhana yang sering diabaikan, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau aksi bakar sampah di area vegetasi kering.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak sembarangan menyalakan api, terutama di kawasan rawan vegetasi kering. Puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi masih menyala sangat berisiko memicu bencana," tegasnya mengingatkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait