Demak Sabet Peringkat Pertama Program TBC Jateng 2026, Ini Kunci Keberhasilannya

Sabtu 17-10-2026,05:32 WIB
Reporter : Samsul Ma'arif
Editor : Laela Nurchayati

DEMAK, diswayjateng.id – Kabupaten Demak menorehkan prestasi di bidang kesehatan. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Pertama dalam Capaian Program Tuberkulosis (TBC) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah kepada Kepala Dinkesda Kabupaten Demak dalam kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Karanganyar baru-baru ini.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program penanggulangan TBC di Demak yang melibatkan tenaga kesehatan serta berbagai pihak lintas sektor.

Penghargaan itu kemudian diserahkan kembali dalam apel pagi Dinkesda Demak di halaman kantor setempat. Penyerahan dilakukan kepada Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Heri Wianarno, bersama Tim TBC Dinkesda Demak.

BACA JUGA:Petisi Kegiatan PKK Semarang Tembus 2.937 Tanda Tangan, DPRD Buka Peluang Evaluasi

BACA JUGA:Berkas P-19 Kasus Bos Awan Group Belum Lengkap, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penanganan

Prestasi tersebut tidak lepas dari pelaksanaan sejumlah indikator utama dalam program penanggulangan TBC. Di antaranya, penemuan terduga TBC, penemuan kasus, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok yang memenuhi kriteria, investigasi kontak, serta keberhasilan pengobatan pasien.

Rangkaian indikator tersebut menunjukkan pentingnya penanganan TBC secara menyeluruh. Upaya tidak cukup hanya menemukan pasien, tetapi juga memastikan mereka memperoleh layanan kesehatan dan menjalani pengobatan hingga tuntas.

Ketua Tim PM dan PL yang didampingi Programer TBC Dinkesda Demak, Putri Nurul Agustianti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat penemuan kasus, meningkatkan pelaksanaan investigasi kontak, memperluas pemberian TPT sesuai kriteria, serta mendukung pasien agar menjalani pengobatan hingga selesai,” jelas Putri, Jumat (16/10/2026).

BACA JUGA:Komisi I DPRD Batang Kuliti Kesiapan Pengisian 334 Kursi Perangkat Desa yang Kosong

BACA JUGA:BRI Peduli Bangun Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Warga

Menurut Putri, keberhasilan program penanggulangan TBC tidak bisa hanya mengandalkan Dinkesda. Dukungan puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, keluarga pasien, serta masyarakat juga memiliki peran penting.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong pemeriksaan sejak dini, meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta menekan risiko penularan di lingkungan masyarakat.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar stigma terhadap penderita TBC dapat dikurangi. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Kategori :