Baskara menjelaskan, kejadian bermula ketika rombongan suporter Persija dan rombongan pendukung Persib berada di Rest Area KM 360 Tol Batang.
Rombongan pendukung Persib diketahui sedang dalam perjalanan setelah menonton pertandingan di Solo.
Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku sebelumnya menonton pertandingan sepak bola di Yogyakarta. Ia kemudian hendak kembali ke Jakarta bersama bus rombongan suporter Persija.
Saat berada di rest area, rombongan tersebut mengetahui keberadaan bus Persib Bandung. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah orang meneriaki rombongan pendukung Persib hingga berujung pada pelemparan batu.
“Motifnya karena fanatik terhadap suporter bola,” ujar Baskara.
Meski demikian, polisi belum memastikan jumlah keseluruhan orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Pemeriksaan rekaman CCTV dan keterangan saksi masih berlangsung karena sebagian gambar belum memperlihatkan identitas secara jelas.
“Untuk kejelasan pelakunya, kami mengecek CCTV dan saksi-saksi. Itu baru satu yang kami amankan,” katanya.
Polisi juga memastikan terduga pelaku merupakan bagian dari rombongan suporter Persija. Petugas bahkan telah berkomunikasi dengan koordinator lapangan (korlap) suporter Persija terkait kejadian tersebut.
Namun, Baskara menegaskan bahwa dugaan tindak pidana tetap menjadi tanggung jawab orang yang melakukan perbuatan tersebut. Keberadaan terduga pelaku dalam rombongan tidak otomatis menjadikan seluruh suporter sebagai pelaku.
Terkait informasi adanya koper milik ofisial Persib yang diduga hilang, Baskara meminta pihak terkait melakukan pendataan terlebih dahulu. Hingga wawancara berlangsung, laporan mengenai koper tersebut belum diterima polisi.
“Kami minta datakan untuk menginventarisir dulu dari ofisial Persib-nya,” ujarnya.
Polisi juga menyatakan belum menemukan senjata tajam dalam penanganan awal kasus tersebut.
Pengungkapan dugaan penyalahgunaan narkoba dalam perkara ini menjadi pengingat bahwa persoalan narkotika dan kekerasan perlu ditangani melalui jalur yang tepat.
Namun, penegakan hukum tetap harus bertumpu pada bukti, pemeriksaan laboratorium, serta keterangan para pihak.
Di sisi lain, insiden tersebut kembali menegaskan pentingnya menjaga rivalitas sepak bola agar tidak berkembang menjadi tindakan kriminal.
Dukungan terhadap klub seharusnya diwujudkan melalui kreativitas, sportivitas, dan dukungan positif, bukan intimidasi maupun kekerasan terhadap suporter lain.