Suhu Purworejo Tembus 32 Derajat, BPBD Ingatkan Ancaman Kekeringan hingga Kebakaran

Suhu Purworejo Tembus 32 Derajat, BPBD Ingatkan Ancaman Kekeringan hingga Kebakaran

BPBD Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca panas dengan suhu sekitar 32 derajat Celsius, serta mengantisipasi kekeringan, kebakaran, dan gangguan kesehatan.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

PURWOREJO, diswayjateng.id — Cuaca panas yang melanda Kabupaten PURWOREJO dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, kebakaran, hingga gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Sekretaris BPBD Kabupaten Purworejo, Ishak, mengatakan berdasarkan informasi Tim Reaksi Cepat (TRC), suhu udara di Purworejo pada Kamis (15/10/2026) tercatat sekitar 32 derajat Celsius.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terlebih berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Purworejo masuk status siaga kekeringan meteorologis pada periode 11–20 Oktober 2026.

Ishak meminta masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan pasokan air.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Agen Biasa, Shifa Celluler Jadi Ujung Tombak Literasi dan Akses Masyarakat Binjai Utara

BACA JUGA: SPPG Pelutan 1 Purworejo Uji Coba MBG Prasmanan, Siswa Bisa Pilih Menu

“Penggunaan air bersih harus bijak. Apabila terjadi kekeringan, masyarakat bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa atau pihak terkait agar kebutuhan air bersih dapat ditangani,” ujarnya.

Menurut Ishak, BPBD berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak, termasuk melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Bupati Purworejo juga mengimbau agar warga yang mengalami kekeringan mendapat pasokan air bersih yang memadai.

Cuaca Panas, Risiko Kebakaran Perlu Diwaspadai

Selain kekeringan, masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan api selama cuaca panas. Warga diimbau memastikan sumber api benar-benar padam serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

BACA JUGA: Sakit Hati Berujung Maut di Pantura Demak, Tiga Orang Ditangkap Kurang dari 24 Jam

BACA JUGA: Bupati Klaten Hamenang Diduga Ditangkap KPK

"Jika terjadi kebakaran, masyarakat diminta tidak panik dan segera berkoordinasi dengan petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan secepatnya", ujarnya.

Kewaspadaan tersebut diperlukan agar kondisi cuaca tidak memperbesar risiko kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun lingkungan sekitar.

Hujan Lebat Setelah Cuaca Panas Juga Perlu Diantisipasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait