Pancasila di Era Digital, Wabup Batang Minta Gen Z Kenali Sejarah

Kamis 01-10-2026,11:13 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.id – Wakil Bupati Batang Suyono meminta generasi muda tidak meninggalkan sejarah dalam memahami nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

Menurut Suyono, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan sebagai lima dasar negara. Nilai yang terkandung di dalamnya harus dihayati dan diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut disampaikan Suyono dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Ia menilai generasi muda perlu memahami kembali sejarah perjuangan bangsa dan mengenal para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia sebagai dasar untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Suyono usai upacara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila, Kamis 1 Oktober 2026.

BACA JUGA: PAN Batang Mulai Panaskan Mesin Pemilu 2029, Target 5 Kursi DPRD

BACA JUGA: Rokok Ilegal 63.980 Batang Ditemukan di Wedung Demak, Potensi Kerugian Negara Rp61,9 Juta

Ia mengatakan, pemahaman terhadap Pancasila perlu disertai kesadaran mengenai sejarah panjang perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh melalui proses yang mudah.

Karena itu, generasi penerus perlu mengetahui perjuangan para pahlawan agar memahami nilai yang melandasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Untuk generasi muda, ini harus benar-benar menghayati nilai-nilai perjuangan sejarah para pahlawan yang tidak mudah untuk perjuangan kemerdekaan ini,” ujarnya.

Suyono kemudian menekankan pentingnya menerjemahkan nilai setiap sila Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

BACA JUGA: Geger Modus Hipnotis: Lansia Tukar Emas untuk Regulator Rp900 Ribu, 8 Orang Dikeroyok di Batang

BACA JUGA: PGRI Batang Dorong Guru PPPK Jadi PNS Tanpa Tes, Ini Alasannya

Ia mencontohkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan kesadaran bahwa setiap tindakan manusia tidak hanya dilihat oleh orang lain, tetapi juga dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

“Yang bekerja pun, yang mengabdi pun harus menyadari itu. Bukan manusia yang melihat, tapi Tuhan yang melihat kita,” katanya.

Kategori :